Penguatan Moderasi Beragama di UIN STS Jambi Dorong Toleransi dan Kebersamaan
Muaro Jambi– Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan kegiatan Penguatan Moderasi Beragama pada Selasa (9/9/2025). Acara ini berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 30 dosen serta tenaga kependidikan. Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama melalui Zoom Meeting di UIN STS Jambi, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D sebagai pemateri utama dengan tema Konsep, Implementasi, dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama. Sementara itu, Korpus Moderasi Beragama LPM, Baharudin, M.Ag bertindak sebagai moderator. Acara dimulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB, dan berjalan dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif menyimak materi mengenai pentingnya penguatan moderasi beragama dalam kehidupan akademik maupun sosial masyarakat.
Prof. Arif Zamhari dalam pemaparannya menegaskan bahwa moderasi beragama harus diimplementasikan secara nyata, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Moderasi beragama merupakan pondasi penting untuk menjaga persatuan dan keharmonisan,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Arif juga menyinggung tantangan umat Islam di era modern. Ia menyebut adanya kecenderungan ekstrem dalam memahami agama secara kaku dan tekstual, yang sering kali disertai pemaksaan hingga kekerasan. Hal ini membuat wajah Islam tampak eksklusif, jumud, serta sulit sejalan dengan semangat modernitas.
Selain itu, ia juga mengingatkan tentang kecenderungan ekstrem lain, yakni sikap longgar dalam beragama dengan tunduk pada pengaruh pemikiran asing dan budaya luar. Kondisi ini, menurutnya, mendorong sebagian umat mengimpor pandangan materialistik yang justru mengorbankan teks-teks keagamaan melalui penafsiran kontekstual yang keliru.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para dosen dan tenaga kependidikan terkait penerapan moderasi beragama. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai dapat terus dijaga. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis UIN STS Jambi dalam memperkuat visi kampus sebagai pusat kajian keislaman yang moderat.

Peserta menilai bahwa acara ini memberikan wawasan baru serta inspirasi untuk diterapkan dalam proses pembelajaran maupun aktivitas akademik sehari-hari. Dengan berakhirnya kegiatan, diharapkan seluruh civitas akademika UIN STS Jambi mampu mengimplementasikan moderasi beragama dalam berbagai aspek kehidupan.
Penulis: Reisa Nur Amalia