Membangun Generasi Qur’ani dari Rumah
DWP UIN STS Jambi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Muaro Jambi – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Selasa (9/9). Acara yang berlangsung di lantai 6 Gedung Rektorat ini mengangkat tema “Dengan Cinta Rasulullah, Kita Bangun Generasi Qur’ani dari Rumah”.
Kepala Biro AAKK, Dr. Helmi menegaskan, bahwa dibalik keberhasilan seorang suami, pasti ada peran ibu-ibu yang luar biasa. “Bergabung dalam DWP, paling tidak ibu-ibu bisa mendapat tiga hal. Yaitu, bersilaturahmi saling mengenal satu dengan yang lain. Kemudian dapat saling memberi manfaat dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta dapat saling memahami karakter,” jelasnya.
Ketua DWP UIN STS Jambi, Ibu Asniyati Kasful mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang hadir hari ini. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada DWP sub unit fakultas Dakwah yang bulan ini bertindak sebagai pelaksana. Kemudian pertemuan rutin ini diisi dengan tausiyah dari Drs. H. Muhsin Ruslan, M.A.
Dalam ceramahnya, Drs. H. Muhsin Ruslan menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau kita ingin hidup ini tenang, maka berpedomanlah pada Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Beliau mengajak para peserta, khususnya kaum ibu, untuk merenungi kembali peran mereka dalam pendidikan anak-anak di rumah. Menurutnya, proses membentuk generasi Qur’ani tidak bisa dilepaskan dari peran aktif seorang ibu. “Bagaimana kita akan menciptakan generasi Al-Qur’an dari rumah? Ya, ibu-ibu lah yang paling pertama kali harus paham membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an bukan hanya menjadi kewajiban individu, melainkan fondasi dalam membina keluarga yang religius. “Paling kurang, ibu-ibu harus fasih membaca Al-Qur’an agar anak-anaknya bisa mengaji. Karena mereka akan mencontoh apa yang dilakukan oleh ibunya di rumah,” tambahnya.
Drs. H. Muhsin Ruslan juga menekankan bahwa peran seorang ibu bukan sekadar pengasuh, tetapi juga pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak. “Karena kan, ibu itu adalah madrasah pertama bagi anak,” ucapnya. Dengan kata lain, nilai-nilai Islam yang ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi kehidupan.
Ceramah yang disampaikan berjalan dengan penuh perhatian dan antusiasme dari para peserta. Melalui bahasa yang sederhana namun menyentuh, beliau berhasil menggugah kesadaran akan pentingnya pendidikan agama dalam lingkup keluarga, dimulai dari peran ibu yang memahami dan mencintai Al-Qur’an.

Penulis: Zharifah Rukhaputri
Fotografer: Dwitha Annisa