One Day Outdoor Awareness Training: Rektor UIN STS Jambi, Perubahan Dimulai dari Kesadaran Individu
JAMBI — Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Kasful Anwar, memberikan arahan pada pembukaan The 7 Awareness Leadership. Selain itu, kegiatan dikemas dalam One Day Outdoor Awareness Training. Berlangsung di Taman Wisata Kampoeng Radja Jambi, Rabu (28/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, rektor menegaskan pentingnya penyamaan visi kelembagaan. Menurutnya, visi yang sama menjadi fondasi membangun UIN lebih baik ke depan. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta memahami arah kebijakan kampus. Selain itu, peserta diharapkan dapat menanamkan nilai kepemimpinan yang berkesadaran melalui kegiatan ini.
Dalam arahannya, Prof. Kasful menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ia menyebutkan bahwa kampus tidak akan berubah tanpa kesadaran pribadi. Dengan demikian, setiap orang memegang peran penting dalam kemajuan organisasi.
Selanjutnya, rektor mengajak peserta berani melakukan perbaikan berkelanjutan. Selain perubahan individu, kekompakan dan kerja sama juga menjadi perhatian utama. Menurut rektor, kolaborasi harus dibangun lintas unit dan lintas peran.
Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada sekat di antara sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa semua unsur merupakan satu kesatuan dalam UIN STS Jambi. Lebih lanjut, Prof. Kasful menanamkan rasa memiliki terhadap institusi. “Kita adalah UIN,” tegasnya.
“Prinsip tersebut, harus tercermin dalam sikap dan kinerja harian. Oleh sebab itu, setiap orang diminta memberikan yang terbaik untuk kampus,” lanjut Prof. Kasful.
Dalam konteks kinerja, rektor menegaskan nilai setiap pekerjaan. Ia menyampaikan bahwa sekecil apa pun tugas akan berdampak bagi kampus. Dengan demikian, tidak ada peran yang dianggap remeh dalam organisasi. Setiap lini, lanjutnya, memiliki kesempatan berkontribusi dan berbuat kebaikan.
Kegiatan The 7 Awareness Leadership menghadirkan Nanang Qosim Yusuf, Motivator dan penulis buku nasional. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang refleksi bersama. Selain itu, kegiatan ini mendorong kesadaran kepemimpinan yang partisipatif. Melalui pendekatan luar ruang, peserta diajak membangun komunikasi yang lebih cair. Suasana alam diharapkan memperkuat kebersamaan dan keterbukaan antar peserta.
Di akhir arahannya, rektor menegaskan pentingnya tindak lanjut pascakegiatan. Ia berharap terdapat perubahan positif setelah kegiatan ini selesai. Perubahan tersebut, menurutnya, harus terlihat dalam sikap dan pola kerja. Dengan begitu, hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran seremonial.