Workshop Penyusunan Masterplan UIN STS Jambi

Berita 2 menit baca 69 kali dilihat
Workshop Penyusunan Masterplan UIN STS Jambi

Muaro Jambi – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menyelenggarakan Workshop Penyusunan Masterplan untuk pengembangan kampus hingga tahun 2045, Selasa (11/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merancang arah pembangunan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. Pahmi, turut memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyusunan masterplan memiliki arti penting bagi arah pengembangan kampus. “Penyusunan ini tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus mempertimbangkan lingkungan sekitar serta aturan di Kabupaten Muaro Jambi dan Provinsi Jambi,” ujarnya.

Ketua Tim Penyusunan Masterplan, Arfan, Ph.D, menjelaskan bahwa rancangan ini disusun untuk jangka panjang selama 20 tahun, yakni periode 2025–2045. Menurutnya, UIN STS Jambi pernah memiliki masterplan serupa, namun dokumennya tidak tersimpan dengan baik. Akibatnya, ketika dibutuhkan kembali, dokumen tersebut sulit ditemukan. “Harapannya, masterplan kali ini tersusun dengan rapi dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan ini juga mengacu pada standar UI Green Metric, khususnya dalam pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen dari total lahan kampus.

Dengan demikian, kawasan RTH yang telah ditetapkan nantinya tidak boleh diganggu gugat. Arfan juga mengapresiasi penelitian para dosen yang telah berkontribusi dalam pengembangan lingkungan kampus, seperti riset tentang tanaman obat dan pengelolaan sumur bor.

Kegiatan penyusunan masterplan ini terbagi menjadi tiga tahap utama, yaitu workshop, pelengkapan dokumen, dan Focus Group Discussion (FGD). Workshop kali ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ade Rhama Putra dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Heeppy Haryadi Harahap dari Asosiasi Perencana Pembangunan Provinsi Jambi.

Sementara itu, progres penyusunan masterplan dipaparkan oleh Dr. Irmawati Sagala. Ia menjelaskan bahwa tim telah memetakan lokasi yang akan jadi ruang terbuka hijau dan zona lain untuk dua dekade mendatang. Tim ini, lanjutnya, mulai bekerja sejak Juni lalu dengan tahapan awal berupa pengumpulan data dan siteplan yang sudah ada. Setelahnya, tim menyusun draf masterplan yang akan dibahas lebih lanjut melalui kegiatan FGD.

Sebagai penutup, Dr. Pahmi mengajak seluruh anggota tim untuk tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas ini. Ia berharap berbagai kendala yang mungkin muncul tidak menyurutkan semangat kerja tim demi mewujudkan kampus hijau, modern, dan berkelanjutan menuju tahun 2045.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.