UIN STS Jambi Gelar PKDP 2026, Ummu Sofiyah Paparkan Strategi Pengembangan Dosen Profesional

Berita 3 menit baca 136 kali dilihat
UIN STS Jambi Gelar PKDP 2026, Ummu Sofiyah Paparkan Strategi Pengembangan Dosen Profesional

JAMBI — Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 Batch 2 yang diselenggarakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memasuki hari kedua pelaksanaan, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat kapasitas dosen dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Pada sesi hari kedua, peserta mendapatkan materi dari Ummu Sofiyah, Sub Tim Pengembangan Profesi PTKI pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Dalam pemaparannya, Ummu Sofiyah menjelaskan bahwa PKDP merupakan salah satu jawaban strategis untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, perubahan dunia pendidikan menuntut dosen memiliki kompetensi yang semakin adaptif dan relevan. Oleh karena itu, dosen tidak hanya dituntut menguasai materi perkuliahan. Namun, mereka juga harus mampu mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai hak dan kewajiban peserta selama mengikuti program PKDP. Pemahaman terhadap aspek tersebut dinilai penting agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal. Selain membahas regulasi program, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penguatan kapasitas pedagogik. Materi tersebut mencakup kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara profesional.

Selanjutnya, peserta dibekali penguatan literasi akademik yang menjadi salah satu kompetensi utama dosen. Literasi akademik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Ummu Sofiyah, keberhasilan pelaksanaan PKDP ditentukan oleh beberapa faktor penting. Pertama, komitmen peserta dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran yang telah dirancang.

Kedua, integrasi substansi materi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh dan berkesinambungan. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif dalam pelaksanaan tugas dosen. Ketiga, adanya pendampingan personal yang memungkinkan peserta memperoleh arahan dan umpan balik secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Selanjutnya, pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Teknologi memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih fleksibel dan efisien. Di samping itu, monitoring dan evaluasi atau monev menjadi instrumen penting untuk memastikan capaian program berjalan sesuai target. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kualitas pelaksanaan PKDP dapat terus ditingkatkan.

Ummu Sofiyah menegaskan bahwa PKDP memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar pelatihan. Program ini merupakan investasi strategis untuk membentuk dosen profesional yang mampu menjawab kebutuhan zaman. “PKDP bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi strategis untuk membentuk dosen profesional,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan dosen yang unggul akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi. Selain itu, dosen profesional juga menjadi faktor penting dalam menciptakan perguruan tinggi yang kompetitif. Karena itu, melalui PKDP 2026 Batch 2, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan. Dengan bekal tersebut, mereka dapat menjadi pendidik yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing.

Pada akhirnya, dosen yang unggul akan menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan tinggi yang bermutu. Dengan demikian, perguruan tinggi Indonesia dapat semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.