Rektor UIN STS Jambi: Menag Raih Penghargaan Tokoh Kerukunan Nasional, Bukti Konsistensi Moderasi Beragama

Berita 4 menit baca 113 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi: Menag Raih Penghargaan Tokoh Kerukunan Nasional, Bukti Konsistensi Moderasi Beragama

JAMBI –Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., yang menerima penghargaan Tokoh Kerukunan Nasional 2025 sebagai bentuk pengakuan atas kiprahnya dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Tanah Air.
Dalam pernyataannya, Rektor menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan pribadi, tetapi juga lambang dari komitmen kerja Menag RI dalam memimpin Kementerian Agama.

Menururt Rektor, penghargaan yang diterima Menteri Agama RI sebagai Tokoh Kerukunan Umat Beragama merupakan bukti konkret bahwa Kementerian Agama berada pada jalur yang tepat dalam merawat harmoni di tengah kemajemukan bangsa.

Menurutnya, Menag RI telah berhasil menghadirkan wajah Islam dan agama-agama di Indonesia sebagai kekuatan pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Kebijakan dan narasi yang dibangun Menag RI selama ini dinilai konsisten menempatkan agama sebagai sumber nilai moral, etika sosial, dan energi kebangsaan.

“Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja panjang Menteri Agama dalam menjaga keseimbangan antara iman dan kebangsaan. Beliau tidak hanya berbicara tentang toleransi, tetapi menginstitusionalisasikannya dalam kebijakan negara,” ujar Prof. Kasful Anwar.

Rektor menambahkan, pendekatan yang ditempuh Menag RI dalam mempromosikan moderasi beragama telah berhasil menggeser cara pandang sebagian masyarakat dari pola pikir eksklusif menuju cara berpikir inklusif dan dialogis. Hal ini terlihat dari semakin masifnya program edukasi toleransi, penguatan regulasi kerukunan, serta keberpihakan terhadap upaya-upaya pencegahan ekstremisme berbasis agama.

Rektor UIN STS Jambi juga menilai Menteri Agama mampu memosisikan kementeriannya sebagai rumah besar bagi seluruh umat beragama, bukan hanya milik satu kelompok. Kepemimpinan Menag RI dinilai berhasil membangun kepercayaan lintas agama melalui komunikasi yang terbuka, sikap yang moderat, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang berpihak pada persatuan nasional.

“Di tengah situasi global yang diwarnai konflik berbasis identitas, Indonesia justru tampil sebagai contoh bagaimana negara dengan keberagaman ekstrem bisa tetap utuh. Ini tidak lepas dari peran strategis Menteri Agama dalam menanamkan nilai kerukunan sebagai kebijakan publik,” tegasnya.

Lebih jauh, Rektor menilai bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi legitimasi bahwa program moderasi beragama bukan sekadar jargon, melainkan agenda strategis negara. Oleh karena itu, perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi mitra aktif Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda tersebut.

“Kami memandang kepemimpinan Menteri Agama saat ini sebagai inspirasi sekaligus kompas. UIN STS Jambi berkomitmen menerjemahkan visi besar beliau tentang kerukunan umat beragama ke dalam program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” tambah Rektor.

Ia berharap penghargaan yang diraih Menteri Agama tidak hanya berhenti sebagai prestasi personal, tetapi menjadi energi kolektif bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat jembatan dialog, menghindari politik identitas yang memecah belah, serta membumikan ajaran agama sebagai rahmat bagi semesta.
Dalam hal ini, Rektor menyebutkan bahwa UIN STS Jambi juga secara konsisten menyelaraskan visi kampus dengan spirit kebangsaan yang sama, terutama melalui berbagai program dan kebijakan yang nyata di lingkungan akademik maupun masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi momentum berharga untuk menegaskan kembali pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami di UIN STS Jambi akan terus menguatkan komitmen ini melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas,” ujar Rektor.

Rektor menjabarkan sejumlah program strategis UIN STS Jambi yang sejalan dengan nilai kerukunan dan moderasi beragama yang menjadi komitmen Menag RI, antara lain berkaitan tentang penguatan moderasi beragama di kurikulum dan kegiatan akademik, di mana kampus telah melaksanakan pelatihan dan integrasi moderasi dalam mata kuliah serta forum diskusi civitas akademika untuk membangun sikap toleran dan saling menghormati.

“Kita melakukan penguatan moderasi beragama melalui kegiatan internal kampus dan jejaring antar-PTKIN, termasuk kerja sama dengan pusat moderasi beragama kampus lain untuk memperluas dampak nilai-nilai toleran dan damai dalam konteks lokal dan regional,” katanya.

Selain itu, Rektor juga menceritakan bagaimana kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025 dikemas dengan tema “Harmony in Love” yang menjadi wahana awal bagi mahasiswa baru untuk memahami pentingnya kehidupan kampus yang inklusif, saling menghormati, dan penuh semangat kebersamaan sejak awal mereka bergabung di UIN STS Jambi.

Menurut Rektor, sinergi antara kebijakan nasional yang digagas Kementerian Agama dengan program internal kampus menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga ruang praktik nyata inklusivitas, toleransi, dan kerukunan umat beragama. Ia berharap penghargaan yang diraih Menag RI menjadi dorongan bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman. (*)

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.