Rektor UIN STS Jambi Hadiri dan Dukung Gerakan Wakaf Pendidikan Islam
Jakarta – Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Kasful, menghadiri peluncuran Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Sabtu (16/8/2025). Kehadiran ini sekaligus menunjukkan dukungan penuh UIN STS Jambi terhadap program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia.
Selanjutnya, program Gerakan Wakaf Pendidikan Islam diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI). Program ini mengusung tema “Menumbuhkembangkan Ekosistem Wakaf Pendidikan Islam untuk Indonesia” yang relevan dengan kebutuhan generasi bangsa.
Selain itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya mengajak semua pihak menyadari pentingnya wakaf. “Hari ini, mari kita me-launching anak kunci surga bernama wakaf dengan bersama membaca Al-Fatihah,” ungkapnya.
Kemudian, Menag menegaskan bahwa gerakan wakaf merupakan langkah strategis mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam. Program ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa program wakaf masuk dalam RPJMN 2025-2029. Menurutnya, program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait dana umat.
Lebih lanjut, Suyitno menjelaskan potensi wakaf nasional sangat besar. “Peluang wakaf kita lebih dari 180 Triliun. Jika digabung dengan zakat mencapai 327 Triliun,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BWI sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menambahkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. Ia menyebut Indonesia memiliki 484 badan wakaf dan 61 bank penghimpun wakaf uang.
Selanjutnya, Kamaruddin juga mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk berperan sebagai lembaga kenadziran. “Kita berharap perguruan tinggi bisa menjadi nadzir wakaf uang secara langsung,” tegasnya.
Kemudian, ia menegaskan perlunya solusi mengatasi kendala dalam pengelolaan aset wakaf. “Mudah-mudahan kita mampu memproduktifkan aset wakaf yang jumlahnya sangat besar,” pungkas Kamaruddin.
Selain Prof. Kasful, acara ini juga dihadiri pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama. Hadir pula Rektor PTKIN seluruh Indonesia, pejabat BWI, serta guru-guru madrasah secara luring maupun daring. Dengan demikian, keterlibatan UIN STS Jambi dalam program ini mencerminkan komitmen kampus terhadap penguatan ekosistem filantropi Islam. Lebih jauh, dukungan tersebut juga menunjukkan peran penting UIN STS Jambi dalam membangun generasi unggul melalui pendidikan berbasis wakaf.