Rektor UIN STS Jambi: Forum Rektor PTKIN Penting untuk Menyatukan Visi Nasional
MEDAN — Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., ikut hadir dalam forum rektor. Kegiatan nasional ini digelar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Kamis (29/1/2026) malam.
Prof. Kasful menyambut positif pelaksanaan Forum Rektor PTKIN ini. Ia menilai forum ini sangat strategis dalam menyatukan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional. “Forum ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan visi transformasi PTKIN menghadapi tantangan global dan digital,” ujar Prof. Kasful Anwar.
Menurutnya, penguatan mutu akademik harus berjalan seiring dengan tata kelola kelembagaan yang adaptif dan berintegritas. Prof. Kasful Anwar menegaskan bahwa PTKIN perlu memperkuat integrasi keilmuan antara ilmu agama dan ilmu umum secara berkelanjutan. Ia menilai integrasi keilmuan menjadi kunci meningkatkan daya saing lulusan PTKIN di tingkat nasional dan internasional.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang adil dan berkualitas.
Menurutnya, PMB PTKIN 2026 harus dirancang berbasis mutu, pemerataan akses, dan keberlanjutan kelembagaan. “PTKIN tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga berkarakter moderat dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antarrektor dalam penguatan sumber daya manusia dan riset keislaman. Rektor UIN STS Jambi berharap forum ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera iimplementasikan di masing-masing PTKIN. Ia menilai sinergi antara pimpinan PTKIN dan Kementerian Agama menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi kelembagaan.
Pembukaan kegiatan diawali sambutan Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., selaku tuan rumah. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri para rektor, wakil rektor, pimpinan fakultas, dan Direktur Pascasarjana. Turut hadir sivitas akademika UINSU serta pimpinan perguruan tinggi swasta di Kota Medan.

Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan pentingnya forum tersebut. Ia menyebut forum ini sebagai momentum menyatukan visi dan langkah seluruh PTKIN. Menurutnya, terdapat sejumlah agenda krusial yang perlu dibahas secara mendalam. Agenda tersebut meliputi integrasi keilmuan, penguatan sumber daya manusia, dan evaluasi program studi.
Selain itu, kebijakan strategis penerimaan mahasiswa baru PTKIN tahun 2026 juga menjadi perhatian utama. Pembahasan tersebut dinilai menentukan keberlanjutan dan kualitas PTKIN ke depan.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menekankan pentingnya transformasi berbasis mutu. Ia menegaskan PTKIN harus relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Menurut Prof. Sahiron, penguatan kurikulum dan kualitas lulusan tidak dapat ditunda.
Ia menilai PTKIN harus menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul dan inklusif.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., menyoroti tata kelola kelembagaan. Ia menekankan pentingnya sistem administrasi yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Prof. Arskal juga menegaskan perlunya sinergi kuat antara PTKIN dan Kementerian Agama.
Menurutnya, transformasi kelembagaan membutuhkan komitmen bersama yang konsisten dan berkelanjutan.
Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dukungan DPR RI terhadap penguatan peran strategis PTKIN. Marwan menilai PTKIN berperan penting mencetak generasi muslim yang moderat dan berdaya saing global. Ia berharap PTKIN terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Forum Rektor PTKIN dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Kegiatan diisi diskusi kebijakan, paparan strategis, dan sidang pleno. Hasil forum diharapkan menjadi rujukan bersama pengembangan PTKIN di seluruh Indonesia.