Rektor UIN STS Jambi Apresiasi MQKI 2025 Sebagai Langkah Strategis Globalisasi Kitab Kuning

Berita 2 menit baca 280 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi Apresiasi MQKI 2025 Sebagai Langkah Strategis Globalisasi Kitab Kuning

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Kasful Anwar, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional (MQKI) 2025. Penyelenggaraan MQKI oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dinilai sebagai langkah monumental.

Mengusung tema “Bakti Santri untuk Negeri”, MQKI 2025 hadir dengan format inovatif: berbasis digital, berwawasan global, namun tetap berakar kuat pada tradisi lokal pesantren di Indonesia. Dalam pernyataannya, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Amien Suyitno menekankan pentingnya MQKI sebagai perhelatan keislaman yang membumi sekaligus mendunia. “MQK tahun ini harus punya identitas kuat. Kita tetapkan sebagai MQK Tingkat Internasional Ke-1 Tahun 2025, dan branding-nya harus memberikan kesan yang fenomenal,” ujarnya.

Menurut Prof. Kasful, MQKI 2025 menegaskan posisi pesantren dan khazanah Islam klasik dalam percakapan global keilmuan dan teknologi. Lebih lanjut, ia menilai MQKI tidak hanya ajang perlombaan, namun juga ruang kolaborasi keilmuan antarbangsa. Melalui MQKI, kitab-kitab turats yang kaya nilai keislaman dan keilmuan semakin mendapat perhatian internasional. Selain itu, MQKI memperkuat peran pesantren sebagai institusi pendidikan berbasis nilai dan tradisi keilmuan mendalam.

Prof. Kasful juga menyebut MQKI sebagai wahana strategis untuk mempertemukan tradisi akademik pesantren dan perkembangan teknologi global. Dengan demikian, MQKI mampu menjembatani nilai-nilai klasik Islam dengan kebutuhan zaman yang terus berubah.

Selanjutnya, Rektor UIN STS Jambi juga berharap MQKI dapat menjadi agenda rutin berkelas dunia dari Kementerian Agama RI. Ia menyarankan agar MQKI diperluas jangkauannya dengan melibatkan lebih banyak pesantren dan institusi luar negeri. Upaya ini, menurutnya, akan meningkatkan eksistensi Islam Indonesia di panggung keilmuan dunia.

Di samping itu, Prof. Kasful menegaskan bahwa UIN STS Jambi siap mendukung kegiatan serupa di masa mendatang. Ia menyampaikan kesiapan kampus untuk berkolaborasi dalam pelatihan, seminar, dan publikasi turats bersama Kemenag.

Sebagai penutup, Prof. Kasful mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menggali kekayaan turats secara kontekstual. Ia mengingatkan pentingnya menggali nilai-nilai klasik tanpa melepaskan inovasi dan tantangan masa kini. Dengan kolaborasi dan pemikiran terbuka, warisan keilmuan Islam klasik akan terus relevan sepanjang zaman.

Melalui MQKI 2025, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa tradisi pesantren adalah sumber ilmu yang mendalam dan bernilai tinggi. Karena itu, Prof. Kasful berharap MQKI menjadi inspirasi untuk menumbuhkan semangat keilmuan yang holistik dan berakar pada nilai-nilai Islam.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.