Refreshment Perkuliahan Lokakarya PPG Batch 2: Upaya Meningkatkan Profesional Guru
Muaro Jambi – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar Refreshment Perkuliahan Lokakarya, Selasa (19/11). Acara ini berlangsung di amphitheater lantai empat dan diikuti lebih dari 200 guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan Batch 2.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, menyampaikan arahan penting dalam acara hari ini. Beliau meminta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mempertahankan pilar utama menuju excellent university. “Kelulusan Batch 1 akan segera diumumkan minggu ini. Jika ada yang belum lulus, jangan ragu mengikuti ujian ulang di Batch 2,” ujar Prof. Ahmad.
Dia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menjawab soal ujian dan meminta dosen pengampu memperlakukan peserta dengan baik. “Jadikan pembelajaran PPG lebih menarik dan menyenangkan. Dosen harus mendidik dengan baik agar peserta didiknya menjadi lebih baik,” tambahnya.
Ke depan, program PPG akan dibuat lebih mandiri melalui integrasi modul ke Learning Management System (LMS). Guru peserta PPG diharapkan belajar secara mandiri sebelum mendaftar untuk ujian. “Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan nantinya diakui sebagai guru profesional setelah menyelesaikan PPG prajabatan,” jelasnya.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Fadlilah, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas capaian akreditasi unggul Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). “Dari 10 prodi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, enam di antaranya sudah terakreditasi unggul. Artinya, 60 persen prodi kami sudah unggul,” jelasnya.
Untuk PPG Batch 2 ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menggandeng Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan beberapa NGO. “Kami berharap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan serta UIN STS Jambi segera meraih akreditasi unggul,” harap Dr. Fadlilah.
Program PPG Dalam Jabatan dirancang untuk menghasilkan guru profesional yang beriman, berakhlak mulia, dan berkompetensi tinggi. Selain mendidik dan mengajar, guru peserta juga dilatih kemampuan problem solving, berpikir kritis, serta kreatif.
Metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dan proyek (project-based learning) menjadi kunci dalam membekali calon guru profesional. Lokakarya ini merupakan salah satu langkah strategis menuju peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru di Indonesia.