Melalui PKM, UIN STS Jambi Bekali Santri An-Nur Tangkit Keterampilan Ecoprint
MUARO JAMBI — Tim dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Kegiatan ini berlangsung di pesantren yang beralamat di Jalan An-Nur, Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pelatihan Ecoprint: Inovasi Kreatif dalam mengembangkan Kemandirian Santri”. Melalui tema ini, tim dosen mendorong santri mengembangkan kreativitas berbasis potensi alam sekitar pesantren.
Pelatihan ecoprint dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan berlangsung selama empat jam dengan melibatkan sekitar 150 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Sejak awal kegiatan, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para santri mengikuti setiap sesi dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dalli Yulio Saputra, M.Pd. Ia memaparkan konsep dasar ecoprint serta prinsip pemanfaatan bahan alami secara berkelanjutan. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada teknik cetak alami menggunakan daun dan bunga sekitar pesantren. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan dan ramah lingkungan.
Dalam sesi praktik, santri diajak memindahkan pigmen tumbuhan ke media kain secara manual. Proses ini dilakukan tanpa bahan kimia sehingga aman bagi lingkungan. Selain itu, tim dosen turut mendampingi setiap tahapan praktik secara langsung. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan santri memahami teknik secara benar.
Ketua Tim PKM FTK UIN Jambi, Kiki Fatmawati, M.Pd., menjelaskan tujuan utama kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat soft skill santri di luar pembelajaran keagamaan.
Ia menegaskan bahwa santri perlu memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, ecoprint dipilih sebagai keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi. “Kami ingin santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama,” ujar Kiki.
“Namun, mereka juga mampu membangun kemandirian melalui keterampilan wirausaha,” tambahnya.
Sementara itu, pihak pesantren menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Perwakilan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit, Ustadzah Asfy Nur’any, M.Farm., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan ecoprint membuka wawasan baru bagi santri tentang ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pesantren saat ini. Ustadzah Asfy berharap pelatihan tidak berhenti pada tahap pengenalan semata. Ia mendorong adanya pendampingan lanjutan untuk pengembangan produk santri.
Ke depan, hasil karya ecoprint santri direncanakan menjadi bagian unit usaha pesantren. Langkah ini diharapkan meningkatkan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan tersebut. Melalui sinergi akademisi dan pesantren, program ini dinilai memberi dampak berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan inovasi ramah lingkungan kepada generasi muda.
Pada akhirnya, pelatihan ecoprint menjadi contoh nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Santri An-Nur Tangkit diharapkan tumbuh sebagai santripreneur kreatif dan peduli lingkungan.
