Kuliah Umum, 10 Tahun Perjalanan Diplomasi Indonesia
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha saifuddin (UIN STS) Jambi menjadi salah satu penyelenggara kuliah umum serentak di 38 provinsi seluruh Indonesia. Mengusung tema “10 Tahun Perjalanan Diplomasi Indonesia.” merupakan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Menghadirkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sebagai keynote speech.
Kegiatan ini berlangsung di Amphitheater lantai IV Rektorat pada Selasa (20/8). Dan menghadirkan Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri, Bapak R. Widya Sadnovic, sebagai pembicara utama.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. As’ad, M.Pd, menyampaikan rasa bahagianya atas kedatangan diplomat dari Kementerian Luar Negeri hari ini. Beliau mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama UIN Jambi mendapat kunjungan dari seorang diplomat. “Kami merasa sangat terhormat dengan kehadiran Direktur Eropa I di kampus kami,” ujar Rektor.
Prof. As’ad menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk menghubungkan antara teori dan praktik, terutama dalam bidang politik dan diplomasi luar negeri. “Diplomasi Indonesia dalam satu dekade terakhir telah menunjukkan perkembangan luar biasa,” katanya.
Rektor berharap Direktur Eropa I dapat memberikan pandangan dan juga trik bagi mahasiswa yang tertarik memasuki dunia diplomasi. Menurutnya, kuliah umum ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. Habriyanto, M.E.I, sebagai pelaksana kuliah umum, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak R. Widya Sadnovic. “Terimakasih atas kehadiran bapak R. Widya Sadnovic ke UIN STS Jambi. Semoga kehadiran bapak disini dapat memotivasi mahasiswa untuk memasuki dunia diplomasi,” ujarnya.
Menlu RI, Retno Marsudi, menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa Indonesia melalui zoom meeting. “Jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia, dan teruskan perjuangan diplomasi Indonesia yang tegak berdiri. Saya titipkan perjuangan diplomasi Indonesia ini kepada kalian semua,” ujar Menlu Retno.
Dalam kuliah umum tersebut, Direktur Eropa I, Widya Sadnovic, memaparkan perjalanan diplomasi Indonesia selama 10 tahun terakhir. Dia menyampaikan prioritas politik Indonesia Kementerian Luar Negeri saat ini 4 + 1.
“Prioritas Kementerian Luar Negeri saat ini menggunakan formula 4 + 1. Penguatan diplomasi ekonomi, Diplomasi Pelindungan, Diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, Meningkatkan kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia. Ditambah Kementerian Luar Negeri memiliki infrastruktur diplomasi yang kuat,” jelasnya.
Mahasiswa yang hadir mengikuti kuliah umum ini dengan penuh antusiasme. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan.
Kuliah umum ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana politik dan diplomasi Indonesia telah berkembang dalam satu dekade terakhir. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk bersaing di kancah global.