Kolaborasi Tim Periset MORA LPDP-UIN STS Jambi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) PT. SAL

Berita 3 menit baca 53 kali dilihat
Kolaborasi Tim Periset MORA LPDP-UIN STS Jambi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) PT. SAL

JAMBI – Tim Periset yang dipimpin Dr. Zarfina Yenti, M.Ag menjalin kemitraan strategis dengan PT Sari Aditya Loka (SAL). Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung pemberdayaan perempuan Orang Rimba di Provinsi Jambi. Kemitraan itu diwujudkan melalui penelitian berjudul “Transformasi Ekonomi Inklusif Perempuan Rimba Melalui Sinergisitas Berkelanjutan Berbasis Pengetahuan Lokal di Taman Nasional Bukit Dua Belas Provinsi Jambi”.

Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Tujuannya adalah memperkuat pembangunan ekonomi berbasis masyarakat adat yang berkelanjutan. Penelitian tersebut berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi perempuan Orang Rimba. Upaya itu dilakukan melalui pengembangan potensi lokal yang dimiliki komunitas.

Selain itu, tim peneliti juga mendorong peningkatan keterampilan produktif perempuan Orang Rimba. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan ekonomi. Tidak hanya itu, penelitian juga diarahkan untuk memperkuat jejaring kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan dalam jangka panjang.

Kegiatan penelitian dilaksanakan di beberapa wilayah penyangga Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD). Lokasi tersebut meliputi Kabupaten Sarolangun, Merangin, Batang Hari, dan Tebo. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan observasi lapangan secara langsung. Berbagai data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah.

Tim juga melakukan pemetaan potensi ekonomi yang dimiliki komunitas perempuan Orang Rimba. Selanjutnya, pelatihan keterampilan diberikan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan melahirkan model pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Namun, pendekatan tersebut tetap menghormati nilai budaya yang hidup di tengah komunitas Orang Rimba.

Ketua Tim Periset, Dr. Zarfina Yenti, M.Ag, mengatakan perempuan Orang Rimba memiliki peran strategis. Mereka menjadi salah satu penopang ketahanan keluarga dan ekonomi komunitas. Meski demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan Orang Rimba. Keterbatasan akses pendidikan dan keterampilan usaha masih menjadi persoalan utama.

Selain itu, akses terhadap permodalan dan pemasaran produk lokal juga masih terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian ekonomi masyarakat. “Penelitian ini bertujuan menghasilkan model transformasi ekonomi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan perempuan Rimba, tetapi juga memperkuat kemandirian komunitas secara keseluruhan,” ujar Zarfina.

Menurut dia, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat adat menjadi faktor penting. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Pemilihan PT Sari Aditya Loka sebagai mitra DUDI bukan tanpa alasan. Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam pemberdayaan masyarakat Orang Rimba.

Selama ini, PT SAL aktif menjalankan program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Program tersebut dilaksanakan di wilayah Merangin dan Sarolangun. Pihak perusahaan juga menyambut baik kerja sama penelitian tersebut. Mereka menilai penelitian itu sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Berbagai program yang telah berjalan dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tujuan penelitian. Salah satunya adalah penguatan ekonomi berbasis komunitas. Selain itu, penelitian ini selaras dengan berbagai program kolaboratif di kawasan TNBD. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan sosial dan pendidikan.

Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir kebijakan dan model pemberdayaan yang dapat diterapkan oleh berbagai pihak. Model tersebut diharapkan mampu mendukung transformasi ekonomi perempuan Orang Rimba. Di sisi lain, perempuan Orang Rimba diharapkan semakin berperan sebagai agen perubahan. Peran tersebut penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan komunitas adat.

Kegiatan penelitian ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi akademisi dan DUDI mampu menghasilkan inovasi sosial. Dampaknya tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat secara berkelanjutan.

Sumber: Tim Periset Dr. Zarfina Yenti, M.Ag
Penelitian Kolaboratif Perguruan Tinggi–DUDI Tahun 2026
Provinsi Jam
bi


Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.