Dosen UIN STS Jambi Tampil Menjadi Presenter di Seminar Internasional ICIIS 2024
Salah satu dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Maimunah Permata Hati Hasibuan mengikuti acara Rethinking Interdisciplinary Islamic Studies for Sustainable Develompment in the Digital Age (ICIIS). Seminar ini dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula Kota Manado. Konferensi internasional ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari di tanggal 18-22 September 2024. Adapun konfrensi internasional ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Pascasarjana (Sps) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Porgram Pascasarjana IAIN Manado. Adapun Maimunah membawakan judul artikelnya berjudul “Pemberdayaan Media Sosial untuk Mengubah Streotipe Gender pada Profesi Guru PAUD dan Taman Kanak-Kanak”.
Dengan percaya diri, Maimunah mempresentasikan hasil pemikirannya dengan lugas dan menggunakan bahasa inggris di konfrensi internasional ini. Adapun buah pemikiran dari artikel beliau ini adalah kritiknya terhadap jumlah rasio guru di sekolah PAUD dan TK masih tidak seimbang dimana distribusi guru perempuan dan guru laki-laki masih tidak seimbang dan masih dominan kebanyakan guru perempuan yang masih mendomisili. Belum lagi, streotype budaya dimana masyarakat masih menganggap tabu bahwa guru laki-laki tidak cocok dan masih kurang layak bekerja menjadi guru di level PAUD dan level TK. “Saya rasa, jika pemerintah lebih mendukung untuk kesejahteraan guru PAUD dan TK maka lebih seimbang rasio distribusi guru-guru ini”, ujar Maimunah. Ditambahnya bahwa guru laki-laki penting untuk berperan pro aktif di sekolah sebab bilamana ada dalam 1 (satu) keluarga yang berstatus anak yatim (tidak punya bapak di rumah) maka guru laki-laki ini bisa menjadi “bapak pengganti” di sekolah dan memberikan “peran ayah” secara tidak langsung di sekolah. Tidak hanya itu, Dalam pendidikan anak usia dini, kehadiran guru laki-laki sangat penting di samping peran guru perempuan. Keseimbangan peran ini berhubungan erat dengan kemampuan anak untuk memahami dan memproyeksikan peran ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari serta mencegah munculnya stereotip tentang guru laki-laki sebagai pendidik di kelas. Hal ini juga menunjukkan bahwa anak laki-laki dapat memanfaatkan kesempatan untuk menjadi guru PAUD dan taman kanak-kanak.
Ditambahkan oleh Maimunah, beliau sangat berterimakasih kepada Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, alm Prof Dr As’ad Isma dimana sebelum beliau berpulang ke Rahmatullah, alm. Prof As’ad sangat mendukung penuh keikutsertaan Maimunah dalam konferensi internasional ini. “Saya sangat mengenang dan sangat terkenang bagaimana alm Prof As’ad ini memberikan dukungan positifnya untuk saya dalam mengikuti acara seminar internasional ini. Saya mengingat sekali bahwa dikatakan alm Prof As’ad bahwa artikel saya ini bisa memberikan peran keilmuan yang dapat memberikan kontribusi perubahan untuk peran gender untuk pembangunan yang berkelanjutan. Serta, saya berterimakasih juga kepada Koordinator PGAD, Ibu Nisaul Fadhillah, Ph.D yang sudah membuat workshop penelitian perspektif gender di perguruan tinggi yang dimana saat saya mengikuti acara ini mendapat inspirasi dan keilmuan yang penting bahwa gender mempunyai peran penting untuk perubahan sosial di masyarakat.
Kontributor : Maimunah PH