Opini Archives – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi https://uinjambi.ac.id/category/opini/ Global Excellence, Local Wisdom. Mon, 13 Jul 2026 02:16:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.1 https://uinjambi.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/favicon-uinjambi.svg Opini Archives – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi https://uinjambi.ac.id/category/opini/ 32 32 GENG MOTOR:(Melemahnya Pranata Sosial dan Struktur Sosial) https://uinjambi.ac.id/geng-motormelemahnya-pranata-sosial-dan-struktur-sosial/ https://uinjambi.ac.id/geng-motormelemahnya-pranata-sosial-dan-struktur-sosial/#respond Mon, 13 Jul 2026 02:15:02 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004245 Oleh; Dr. Pahmi.Sy.Ag, M.Si (Wakil Raktor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan UIN STS Jambi) UIN

The post GENG MOTOR:(Melemahnya Pranata Sosial dan Struktur Sosial) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh; Dr. Pahmi.Sy.Ag, M.Si (Wakil Raktor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan UIN STS Jambi)

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya Polda Jambi medorong berbagai pihak untuk terlibat dalam penanggulangan aksi geng motor di Propinsi Jambi. Dalam rapat Koordinasi hari Rabu, 8 Juli 2026 di Aula lantai 3 Gedung Siginjai Poda Jambi yang dihadiri langsung Gubernur Jambi, Forkopimda, Bupati, Walikota, Ketua LAM, MUI, Kaula muda, LSM, Pers dan lainnya, Kapolda mengajak sumua unsur untuk peduli dan terlibat dalam pencegahan, penangggunlangan aksi geng motor demi keamanan, kenyamanan dan masadepan generasi muda Jambi.

Kapolda menyampaikan bahwa Aksi Brutal Geng Motor menyebabkan terjadinya bentrokan di wilayah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi pada Minggu (28/6/2026) dini hari yang menewaskan satu orang dan disertai perampasan sepeda motor. Sepanjang 2024 s.d 2026 terdapat 34 kejadian dan puncaknya tahun 2025 sejumlah 17 Kejadian (aksi brutal geng motor). Hal ini sebagai penanda bahwa geng motor masih berkeliaran di Jambi. Aktivitas Geng motor bukan soal kehobyan dan kenakalan remaja, tetapi sudah masuk kejahatan atau kriminalitas yang telah merusak kehidupan masyarakat dan mengancam masa depan generasi muda.

Kapolda Jambi mencatat terdapat sejumlah kelompok Geng motor yang tersebar di Kabupaten/kota. Kota Jambi sebanyak 116 kelompok, Muaro Jambi 4 kelompok, Batang Hari 4 Kelompok, Sarolangun 3 Kelompok, Tanjabbarat 3 kelompok, dan Bungo 3 Kelompok, Sedangkan Kabupaten lainnya tidak terdeteksi. Meraka melakukan aksi secara umum pada malam sabtu dan malam minggu, mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 05.30 WIB, sedangkan alat yang digunakan selain motor yang sudah dimodifikasi sesuai selera anak muda dan knalpot yang bersuara besar, mereka geng motor juga menggunakan alat seperti celurit, engrek, parang, pedang, samurai, tombak, busur panah dan kayu panjang.

Fenomena geng motor yang semakin marak di berbagai daerah bukan sekadar persoalan kenakalan remaja atau kriminalitas jalanan belaka, tetapi dari perspektif antropologi dan sosiologi, geng motor merupakan gejala melemahnya pranata sosial dan rapuhnya struktur sosial yang selama ini berfungsi membentuk kepribadian, mengendalikan perilaku, serta menjaga keteraturan masyarakat.

Pranata sosial seperti keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan memiliki fungsi utama sebagai agen sosialisasi dan kontrol sosial Di dalam keluarga, anak belajar tentang kasih sayang, disiplin, dan tanggung jawab. Di sekolah mereka dibentuk menjadi pribadi yang berilmu dan berkarakter. Di lingkungan keagamaan mereka ditanamkan nilai moraldan spiritual. Ketika pranata-pranata tersebut tidak lagi berjalan secara optimal, maka ruang kosong itu sering diisi oleh kelompok sebaya yang menawarkan solidaritas semu, pengakuan, dan identitas, salah satunya melalui geng motor.

Dalam perspektif sosiologi, kondisi tersebut juga menunjukkan melemahnya struktur sosial. Struktur sosial merupakan jaringan hubungan antarindividu dan lembaga yang mengatur hak, kewajiban, serta norma kehidupan bersama. Ketika hubungan antara keluarga, sekolah, masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah tidak berjalan secara sinergis, maka kontrol sosial ikut melemah. Akibatnya, perilaku menyimpang lebih mudah berkembang dan bahkan dianggap sebagai simbol keberanian atau prestise di kalangan remaja tertentu.

Sosiolog Prancis Emile Durkheim menyebut kondisi ini sebagai anomie, yaitu keadaan ketika norma sosial kehilangan daya ikat sehingga individu kehilangan pedoman dalam bertindak. Sementara itu, ditegaskan bahwa masyarakat akan tetap stabil apabila setiap pranata sosial menjalankan fungsinya secara harmonis. Namun ketika salah satu pranata mengalami disfungsi, keseimbangan sosial akan terganggu.

Dari sudut pandang antropologi, geng motor juga dapat dipahami sebagai bentuk pencarian identitas budaya. Remaja membutuhkan pengakuan, status, dan rasa memiliki. Jika kebutuhan tersebut tidak diperoleh melalui keluarga, pendidikan, olahraga, seni, maupun organisasi kepemudaan, mereka akan mencarinya dalam kelompok yang memberikan solidaritas, meskipun melalui tindakan yang melanggar hukum.

Oleh karena itu, penanggulangan geng motor tidak cukup hanya melalui pendekatan represif atau penegakan hukum. Yang lebih penting adalah membangun kembali kekuatan pranata sosial melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan karakter, revitalisasi peran masjid dan lembaga keagamaan, pemberdayaan organisasi kepemudaan, penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda, serta sinergi antara pemerintah, sekolah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.

Gubernur Jambi Dr. H. Al-Haris. S.Sos, MH menyampaikan bahwa munculnya geng motor tersebut disebabkan rusaknya institusi keluarga, keluarga yang broken home, dimana hilangnya perhatian dan kasih sayang serta lenyapnya tempat curhat anak-anak usia sekolah dan remaja tersebut, maka mereka akan mencari jati diri baru,. satu diantaranya adalah geng motor. Gubernur menawarkan bahwa anak-anak usia sekolah tersebut harus dikembalikan kesekolah melalui sekolah rakyat atau sekolah khusus yang berasrama, sehingga bisa dibina selama 24 jam.

Selain itu, kearifan lokal juga memiliki peran penting sebagai benteng sosial. Di Jambi, nilai-nilai adat seperti “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” mengajarkan bahwa kehidupan masyarakat harus dibangun di atas nilai agama, musyawarah, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut perlu dihidupkan kembali agar menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi muda.

Begitu juga dengan Lembaga Perguruan Tinggi seperti UNJA, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan lainnya memiliki peran penting dalam penanggulangan aksi geng motor, sebab disamping SDM yang mumpuni, keilmuan yang dimiliki, integritas yang tinggi serta tridarma perguruan tinggi (riset, pendidikan dan pengabdian) akan dapat memberikan konstribusi berdampak khusunya melalui edukasi dan pengabdian masyarakat melalui ribuan dosen dan tendik Kemudian hal yang tidak kalah pentingnya melalui puluhan ribu mahasiswa yang merupakan alumi dari Sekolah Menegah Atas, Sekolah Menegah Kejuruan, Madrasayah Aliyah dan sederajat lainnya (sekolah asal) dapat menyampaikan kesekolah asalanya baik secara langsung maupun tidak langsung akan membatu mengedukasi adik-adik tingkatnya agar berkegiatan positif dan produktif serta menjauhi, menolak dan menghentikan aktivitas yang bernuansa negatif, seperti Geng motor.

Pada akhirnya, geng motor bukan hanya persoalan individu yang nakal , tetapi cerminan melemahnya pranata sosial dan renggangnya struktur sosial. Masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang memiliki hukum yang tegas, tetapi juga masyarakat yang mampu menjaga keluarga, pendidikan, agama, adat, dan solidaritas sosial sebagai pilar utama peradaban. Dengan memperkuat kembali pranata-pranata tersebut, generasi muda dapat diarahkan menjadi agen perubahan yang produktif, berkarakter, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

The post GENG MOTOR:(Melemahnya Pranata Sosial dan Struktur Sosial) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/geng-motormelemahnya-pranata-sosial-dan-struktur-sosial/feed/ 0
INTELEKTUAL DAN KEARIFAN LOKAL(Sinergi UIN STS Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi) https://uinjambi.ac.id/intelektual-dan-kearifan-lokalsinergi-uin-sts-jambi-dan-kabupaten-muaro-jambi/ https://uinjambi.ac.id/intelektual-dan-kearifan-lokalsinergi-uin-sts-jambi-dan-kabupaten-muaro-jambi/#respond Fri, 10 Jul 2026 04:37:13 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004238 Oleh; Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan) Perjumpaan pimpinan UIN

The post INTELEKTUAL DAN KEARIFAN LOKAL(Sinergi UIN STS Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh; Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)

Perjumpaan pimpinan UIN STS Jambi dengan para Pejabat Kabupaten Muaro Jambi, selasa 7 Juli 2026, bertempat di lantai 6 Gedung Rektorat membahas tindaklanjut MoU berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerjasama merupakan hal yang sangat penting dalam rangka membangun sinergitas yang berkelanjutan. Kerjasama ini merupakan upaya untuk mewujudkan kampus yang berdampak bagi kehidupan masyarakat dengan ruang yang sangat luas dan begitu juga sebaliknya masyarakat sekitar kampus termasuk kabupaten Muaro Jambi akan mendapatkan manfaat dari kerjasama yang sinergis ini.

Hubungan antara Perguruan Tinggi dan pemerintah daerah merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam konteks Provinsi Jambi, sinergi antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, mempercepat
pembangunan daerah, sekaligus menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan masyarakat.

UIN STS Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi merupakan dua institusi yang saling membutuhkan, sebab keberadaan Kampus II UIN STS Jambi Simpang Sungai Duren berada diwilayah Kabupaten Muaro Jambi Kecamatan Jambi Luar Kota. Berdasarkan itu keberadaan UIN STSJambi tidak berdiri sendiri, tetapi berada dalam ekosistem Kab. Muaro Jambi. Ratusan
dosen dan tenaga pendidikan UIN STS Jambi bertempat tinggal di Kabupaten Muaro Jambi, Begitu juga dengan mahasiswa puluhan ribu berdomilisi seputar kampus. Hal ini membuktikan bahwa dari program kerjasama tersebut, juga berdampak bagi keluarga besar UIN STS Jambi yang berdomisili di Kabupaten Muaro Jambi.

Kabupaten Muaro Jambi merupakan wilayah transisi antara budaya Melayu tradisional dan modernisasi perkotaan. Secara demografis, penduduknya beragama dan terus bertambah yang didominasi usia produktif. Secara sosial budaya, identitas Melayu Islam masih menjadi inti kebudayaan lokal, meskipun masyarakat kini semakin multietnis akibat migrasi dan transmigrasi. Dari perspektif antropologi, Muaro Jambi menarik karena memperlihatkan perjumpaan antara tradisi Melayu, komunitas transmigran, dan arus urbanisasi modern yang berlangsung secara bersamaan.

Disisi lain UIN STS Jambi sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki tiga pilar utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Ketiga pilar tersebut dapat disinergikan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi
masyarakat, penguatan moderasi beragama, pelestarian budaya Melayu Jambi, pengembangan desa, hingga riset-riset yang mendukung kebijakan publik.

Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian terapan, pendampingan UMKM, digitalisasi desa, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kabupaten Muaro Jambi memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, budaya, dan pariwisata, termasuk keberadaan kawasan yang merupakan salah satu warisan budaya terpenting di Asia Tenggara yaitu Candi Muaro Jambi. Potensi tersebut memerlukan dukungan riset multidisipliner agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga nilai
nilai budaya, lingkungan, dan kearifan lokal.

Tantangan yang sudah didepan mata, seperti aktivitas urbanisasi, pergerakan penduduk secara cepat, persolan lingkungan dan sampah, alih fungsi lahan, perubahan pola hidup generasi muda, judol, narkoba, geng motor, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, digitalisasi, kesejahteraan masyrakat dan pelestarian budaya lokal Melayu. Itu semuamya membutuhkan kerja keras dan
sinergisitas dengan institusi Perguruan Tingggi seperti UIN STS Jambi, sebab Sumber Daya Manusia yang dimiliki UIN berkewajiban memberikan edukasi, riset dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya masyarakat sekitar kampus.

Ke depan, sinergi antara UIN STS Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi diharapkan semakin erat melalui berbagai program kolaboratif yang berorientasi pada inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah serta kearifan lokalnya akan melahirkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta masyarakat luas. Sinergi yang kuat pada akhirnya bukan hanya memperkuat institusi masing-masing, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi terwujudnya Kabupaten Muaro Jambi yang maju, religius, berbudaya, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Sedangkan UIN STS Jambi akan terus bangkit merambah dunia internasional.

Akhirul kalam, “Kemajuan suatu bangsa lahir ketika ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Kemudian sinergi intelektual dan kearifan lokal melahirkan inovasi yang berakar pada identitas dan bermanfaat bagi kemanusiaan. UIN STS Jambi sebagai Universitas yang unggul dan sarang para intelektual bukan hanya
menghasilkan sarjana cerdas, tetapi juga penjaga nilai-nilai luhur masyarakat (kearifan lokal

The post INTELEKTUAL DAN KEARIFAN LOKAL(Sinergi UIN STS Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/intelektual-dan-kearifan-lokalsinergi-uin-sts-jambi-dan-kabupaten-muaro-jambi/feed/ 0
KAMPUS DAN DUNIA MAYA (Sigma dan Sutha Student Menguatkan Digitalisasi UIN STS Jambi) https://uinjambi.ac.id/kampus-dan-dunia-maya-sigma-dan-sutha-student-menguatkan-digitalisasi-uin-sts-jambi/ https://uinjambi.ac.id/kampus-dan-dunia-maya-sigma-dan-sutha-student-menguatkan-digitalisasi-uin-sts-jambi/#respond Fri, 10 Jul 2026 04:20:51 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004235 Oleh : Dr. Pahmi,Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan) “Digitalisasi yang

The post KAMPUS DAN DUNIA MAYA (Sigma dan Sutha Student Menguatkan Digitalisasi UIN STS Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh : Dr. Pahmi,Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)

“Digitalisasi yang baik mempercepat layanan, meningkatkan transparansi, dan memperkuat akuntabilitas. Terkait dengan itu tepatnya, Rabu, 8 Juli 2026 Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi Dr. H. Ayub Mursalin,S.Ag.,MA memberi arahan dan membuka kegiatan Launching dan Pelatihan Aplikasi SIGMA (Sistim Informasi Giat Mahasiswa) dan SUTHA STUDENT bertempat Amphiteater lantai 4 gedung rektorat. Perkenalan dan pemahaman yang sama civitas akademika, dosen tendik dan mahasiswa terhadap berbagai aplikasi yang di kelola UPTD (Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) pimpinan Titin Agustin Ningsih, S.Si, M.Si, Ph.D.

Kegiatan Pelatihan SIGMA dan SUTHA STUDENT bertujuan untuk memudahkan pengelolaan berbagai aktivitas kegiatan mahasiswa, melalui aplikasi ini proses pencatatan, pelaporan, hingga monitoring kegiatan mahasiswa dapat dilakukan dengan secara digital. Penguasaan para pengelola kampus akan berbagai aplikasi akan mempercepat proses digitalisasi kampus, sehingga jejaring teknologi ini akan membantu dan mempercepat civitas akademika menuju kampus berkelas internasional.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan tinggi. Kampus tidak lagi dibatasi oleh ruang kuliah dan gedung-gedung perkuliahan, tetapi juga hadir di dunia maya melalui sistem informasi akademik, pembelajaran daring, perpustakaan digital, media sosial, hingga berbagai layanan administrasi berbasis teknologi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan mutu layanan, efektivitas tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi.

Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, penguatan digitalisasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan kampus yang unggul, modern, dan berdaya saing global. Dunia maya harus dipandang sebagai ruang baru untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, budaya Melayu Jambi, serta inovasi akademik kepada masyarakat luas. Dengan demikian, kehadiran kampus tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga melalui jejak digital yang produktif dan bermanfaat.

Digitalisasi kampus mencakup berbagai aspek, mulai dari layanan akademik yang cepat dan transparan, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), pengelolaan arsip dan perpustakaan digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijaksana dalam pendidikan dan penelitian. Semua ini harus didukung oleh peningkatan literasi digital dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar teknologi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas, bukan sekadar gaya hidup.

Lebih dari itu, dunia maya adalah wajah baru sebuah perguruan tinggi. Reputasi kampus pada era digital dibangun melalui kualitas informasi, inovasi, keterbukaan layanan, serta kontribusi ilmiah yang mudah diakses masyarakat. Karena itu, setiap sivitas akademika UIN STS Jambi memiliki tanggung jawab menjadi duta digital kampus dengan menyebarkan informasi yang benar, membangun budaya akademik yang santun, dan menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi umat.

Akhirnya, menguatkan digitalisasi Kampus UIN STS Jambi bukan hanya soal membangun infrastruktur teknologi, tetapi juga membangun budaya digital yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai Islam serta kearifan lokal Melayu. Kampus yang mampu menguasai dunia maya adalah kampus yang siap menghadapi masa depan, melahirkan lulusan adaptif, inovatif, dan tetap berakar pada akhlak mulia. Dari Jambi untuk Indonesia, UIN STS Jambi dapat menjadi pelopor transformasi digital yang memadukan ilmu, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem kampus yang unggul.

The post KAMPUS DAN DUNIA MAYA (Sigma dan Sutha Student Menguatkan Digitalisasi UIN STS Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/kampus-dan-dunia-maya-sigma-dan-sutha-student-menguatkan-digitalisasi-uin-sts-jambi/feed/ 0
KIPRAH PROF. SUHAR; PENDIDIKAN DANDAKWAH (Sepenggal Kisah) https://uinjambi.ac.id/kiprah-prof-suhar-pendidikan-dandakwah-sepenggal-kisah/ https://uinjambi.ac.id/kiprah-prof-suhar-pendidikan-dandakwah-sepenggal-kisah/#comments Mon, 06 Jul 2026 03:08:14 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004155 Oleh: Dr.Pahmi Sy, S.Ag, MSi (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencan Keuangan) Pembangunan suatu daerah

The post KIPRAH PROF. SUHAR; PENDIDIKAN DANDAKWAH (Sepenggal Kisah) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh: Dr.Pahmi Sy, S.Ag, MSi (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencan Keuangan)

Pembangunan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan dan dakwah. Dalam konteks Provinsi Jambi, salah satu tokoh yang memberikan kontribusi nyata pada kedua bidang tersebut adalah Prof. Dr. H. Suhar, AM., M.Ag. Sebagai Guru Besar bidang Fikih Modern dan Hukum Islam di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membimbing umat melalui dakwah yang moderat dan mencerahkan.

Kini beliau telah tiada, kurang lebih pukul 14.13 WIB hari minggu tanggal 05 Juli 2026 bertempat di Rumah Sakit Lubbuk Linggau, beliau menghembuskan nafas terkhir, dan akan dikebumikan di Kabupaten Sarolangun Jambi. Sosok itu telah pergi selamanya, meninggalkan banyak kenangan beliau adalah sosok yang disegani, karena kebibawaan ilmunya, sikapnya yang tegas, diathun beliau mengajar kami di Fak. Ushuluddin banyak ispirasi yang diberikan, seperti spririt keilmuan dan wawasan yang luas, terkenal dosen yang serius, tegas dan penuh humoris.

Mendidik dengan Ilmu dan Keteladanan

Bagi Prof. Suhar, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan manusia yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Selama mengabdi di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau aktif mengajar, membimbing mahasiswa, mengembangkan kajian fikih kontemporer, serta mendorong budaya akademik yang kritis dan produktif. Kepakarannya di bidang Fikih Modern dan Hukum Islam menjadi landasan dalam melahirkan lulusan yang mampu menjawab persoalan umat secara ilmiah dan kontekstual. Beliau juga dikenal sebagai sosok akademisi yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam berbagai forum ilmiah, Prof. Suhar menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern agar perguruan tinggi Islam mampu melahirkan sarjana yang unggul, adaptif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. hanya saja keritik beliau bahwa integrasi keilmuan harus diajarkan dengan motede yang komperensif, bukan sepenggal-sepenggal.

Dakwah sebagai Pengabdian kepada Umat

Selain sebagai pendidik, Prof. Suhar memiliki kiprah yang luas dalam bidang dakwah. Sejak mudaProf Suhar sudah mendidikasikan dirinya dalam bidang dakwah, ia singa podium yang menggelegar, suaranya lantang, retorika yang tetata, dan penuh dengan isi yang mendalam dan pencerahan yang luas. Apa yang beliau sampaikan materi-materi ceramah, tauhid, syari’at dan akhlaq ia kemas dengan bahasa yang dapat dipahami oleh audien. ia menyampaikan pesanagama apaadanyayangdikaitkan dengan kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.

Dakwah yang beliau lakukan tidak hanya melalui mimbar masjid, tetapi juga melalui ruang kuliah, seminar, diskusi ilmiah, pembinaan masyarakat, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan dakwahnya menampilkan wajah Islam yang santun, moderat (wasathiyah), dialogis, dan penuh hikmah. Dalam pandangannya, dakwah harus mampu menjadi solusi atas persoalan sosial, memperkuat persatuan umat, serta membangun masyarakat yang berkeadaban. Dakwah bukan hanya mengajak kepada ibadah ritual, tetapi juga mendorong lahirnya etika sosial, kepedulian terhadap sesama, dan semangat membangun bangsa.

Kontribusi bagi Pengembangan UIN STS Jambi

Sebagai salah seorang profesor senior, Prof. Suhar, akatif mengajar di Pascasarjana, kiprahnya yang awal keilmuan menggeluti Filsafat, namun atas saran Gurunya Prof. Sulaiman Abdullah, ia diminta mendalmi fiqih dan Ushul Fiqih, sehingga beliau sangat ahli dibidang hukum Islam, atas pertautan keilmuan itulah beliau menjadi intelektual muslim yang mumpuni. banyak karyakaryanya yang menjadi buku yang diterbitkan. Sekitar tahun 2000 an, waktu itu penulis menjadi pengelola jurnal akdemika, tulisan Pak Suhar sudah mendapat pengakuan dari Doktor Abdurahman Qodir (Rahman Q).

Prof Suhar turut berkontribusi dalam perjalanan pengembangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menuju universitas Islam yang unggul. Beliau kerap menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk forum yang membahas paradigma transintegrasi ilmu sebagai salah satu arah pengembangan keilmuan di lingkungan UIN STS Jambi. Kehadiran beliau dalam berbagai forum ilmiah menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang menghubungkan ilmu keislaman dengan tantangan kehidupan modern.

Di Propinsi Jambi beliau sangat dikenal sebagai intelektual muslim dan ulama, aktivitasnya menjadi dewan hakim dan pernah menjadi ketua dewan hakim MTQ Tingkat Propinsi Jambi menunjukkan beliau sangat mengusai hukum-hukum dalam Al-qur’an, Tafsir Al-Qur’an. disamping itu beliau juga menjadi salah satu pengurus DPW LPQQ (Lembaga Pembinaan Qoatil Qur’an) sebagai penasehat dan pengasuh. banyak lagi aktivitas lain yang beliau lakoni dilevel propinsi dan kabupaten kota, sebagai satu sosok intelaktual muslim dan ulama.

Teladan bagi Generasi Muda

Di mata banyak mahasiswa dan kolega, Prof. Suhar dikenal sebagai sosok sederhana, bersahaja, disiplin, dan konsisten dalam mengamalkan ilmu. Beliau menunjukkan bahwa seorang profesor bukan hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus menjadi teladan moral, pembimbing umat, dan penggerak perubahan sosial. Kiprah tersebut sejalan dengan prinsip bahwa ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan dan dakwah menjadi dua sayap pengabdian yang terus beliau jalankan secara seimbang.

Setelah beliau paripurna dan berusia 70 tahun, mengakhiri masa tugasnya di UIN Sulthan ThahaSaifuddin Jambi, beliau kembali ke kampung halamnnya di Sarolangun, Hal yang beliau lakukan adalah mengajr masyarakat, memuka majlis ta’alim, masyarakat sangat menyenaginya, ia hibahkan dirinya tempat orang-orang bertanya tentang hukum, ia mengabdikan ilmunya sampai akhir hayatnya. tiada henti sampai ia dipanggil Ilahi.

Penutup

Kiprah Prof. Dr. H. Suhar, AM., M.Ag. di Jambi merupakan contoh nyata bagaimana seorang akademisi mampu mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui dedikasi panjangnya sebagai guru besar, pendidik, dan dai, beliau telah memberikan sumbangan penting bagi kemajuan pendidikan Islam, pengembangan pemikiran hukum Islam, serta penguatan kehidupan keagamaan di Provinsi Jambi. SELAMAT PROF SUHAR, ILMU DAN AMAL SHOLEHMU SELALU BERSAMAMU SEBAGAI TEMAN SEJATI.

The post KIPRAH PROF. SUHAR; PENDIDIKAN DANDAKWAH (Sepenggal Kisah) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/kiprah-prof-suhar-pendidikan-dandakwah-sepenggal-kisah/feed/ 1
Sutha Corner, Budaya Makan Mahasiswa dan Bisnis Kampus yang Berkelanjutan https://uinjambi.ac.id/sutha-corner-budaya-makan-mahasiswa-dan-bisnis-kampus-yang-berkelanjutan/ https://uinjambi.ac.id/sutha-corner-budaya-makan-mahasiswa-dan-bisnis-kampus-yang-berkelanjutan/#respond Thu, 02 Jul 2026 10:06:14 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004138 Oleh: Dr. Pahmi SY, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Umum Administrasi Perencanaan Keuangan) UIN Sulthan

The post Sutha Corner, Budaya Makan Mahasiswa dan Bisnis Kampus yang Berkelanjutan appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh: Dr. Pahmi SY, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Umum Administrasi Perencanaan Keuangan)

UIN Sulthan Thaha Saifuddin melalui Pusat Bisnisnya kembali membuka ruang baru untuk mengembangkan bisnis dan kesejahteraan mahasiswa. Tepatnya di hari kamis tanggal 2 Juli 2026 dilaksanakanlah acara Green Opening Sutha Corner di Kampus II Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi. Pembukaan rumah makan yang menjangkau seluruh civitas akademika khususnya mahasiswa merupakan upaya untuk memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan makannya.

Sutha Corner dihadirkan bukan hanya sekedar tempat makan dan minum, tetapi merupakan arena tempat berinteraksi antara berbagai kelompok mahasiswa, dosen, civitas akademika dan komunitas lainnya. diruang yang terbuka dan bernuasa alami. Sutha Corner sebagai wadah pertemuan antara pembeli dan penjual diharapkan akan menjadi produktif dan inspiratif bagi para mahasiswa. Sambil makan dan minuim semakin terbukalah ruang-ruang diskusi, dialog dan sharing idea (bertukar gagasan dan informasi)

Makan bukan sekadar aktivitas biologis untuk menghilangkan rasa lapar. Dalam perspektif antropologi, makan merupakan praktik budaya yang mencerminkan gaya hidup, nilai, identitas, hingga relasi sosial suatu komunitas. Di lingkungan perguruan tinggi, budaya makan mahasiswa turut membentuk ekosistem ekonomi kampus yang berpengaruh terhadap kesejahteraan pelaku usaha, kesehatan sivitas akademika, dan keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak lebih kurang 20.000 warga kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan setiap hari jam kerja sekitar 5.000 orang yang beraktivitas di kampus, menjalankan proses perkuliahan, layanan dan aktivitas lainnya, Kehadiran lima ribu warga tersebut tentulah membutuhkan makan yang cepat, sehat dan nikmat. Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut Shuta Corner hadir dengan khas tersendiri yang diharapkan memberikan warana baru, spirit baru dan ekosistem baru dalam dunia bisnis kampus.

Mahasiswa adalah kelompok dengan mobilitas tinggi dan pola konsumsi yang khas. Jadwal kuliah yang padat sering membuat mereka memilih makanan yang praktis, cepat, dan terjangkau. Kebiasaan ini menciptakan pasar yang besar bagi kantin, koperasi, usaha mikro, pedagang kaki lima, hingga layanan pesan antar. Jika dikelola secara baik, budaya makan mahasiswa dapat menjadi penggerak utama bisnis kampus yang berkelanjutan.

Bisnis kampus yang berkelanjutan tidak semata mengejar keuntungan ekonomi. Ia juga memperhatikan kualitas pangan, kebersihan, keamanan makanan, kesejahteraan pelaku usaha, serta dampaknya terhadap lingkungan. Kantin kampus, misalnya, dapat mengutamakan bahanpangan lokal, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola limbah makanan, dan menyediakan pilihan menu sehat dengan harga yang terjangkau.

Dari sudut pandang antropologi ekonomi, pilihan mahasiswa terhadap makanan bukan hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kebiasaan, pengaruh teman sebaya, citra merek, dan budaya digital. Oleh karena itu, membangun budaya makan yang sehat memerlukan edukasi sekaligus penyediaan fasilitas yang mendukung. Kampus perlu menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk mengonsumsi makanan bergizi, menghargai produk lokal, dan mengurangi pemborosan pangan.

Lebih jauh lagi, bisnis makan di kampus pada satu sisi dapat menjadi laboratorium kewirausahaan. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam pengembangan usaha kuliner berbasis inovasi, digitalisasi layanan, hingga pemasaran produk UMKM. Sinergi antara perguruan tinggi, koperasi kampus, dan pelaku usaha lokal akan melahirkan ekosistem ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan kampus.

Namun pada sisi yang lain kepentingan Universitas/Perguruan Tinggi seperti UIN STS Jambi yang mengembangkan BLU (Badan Layanan Umum) wajib mengembangkan peluang-peluang bisnis yang baru yang sehat dan berkelanjutan. seperti bisnis yang berwawasan generasi masa depan menjadi penting untuk dikembangkan oleh Pusat Bisnis UIN STS jambi. Dengan membacaperilaku generasi ke generasi berikutnya tentulah akan berkorelasi dengan makanan yang akan disajikan, sehingga bisnis makan akan selalu eksis sesuai dengan kebutuhan zamannya.

Pandangan para antropolog bahwa makanan menentukan masa depan kelompok masyarakat, seperti Margaret Mead: bahwa pola makan adalah bagian terdalam dari budaya. Jika budaya makan berubah, maka cara hidup dan masa depan suatu masyarakat juga akan berubah. Sedangkan Claude Lévi-Strauss mengatakan bahwa: “Food is not only good to eat, but also good to think.”Maknanya: Makanan bukan hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membentuk cara manusia berpikir, mengorganisasi masyarakat, dan membangun peradaban. bengitu juga dengan Mary Douglas: “Food is a field of communication.”artinya: Makanan adalah media komunikasi sosial. Budaya makan mencerminkan nilai, keteraturan, dan identitas suatu masyarakat yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pandangan tersebut memberikan wawasan bahwa makan bukanlah hal yang sederhana, tetapi penuh dengan kompleksitas dan pembentuk budaya manusia.

Pada akhirnya, budaya makan mahasiswa bukanlah persoalan sederhana. Ia merupakan investasi sosial yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus keberlangsungan ekonomi kampus. Kampus yang memiliki budaya makan yang sehat, ramah lingkungan, dan berpihak pada ekonomi lokal akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, ekonomi, dan ekologis. Dari sepiring makanan di kantin kampus, sesungguhnya sedang dibangun fondasi peradaban yang lebih berkelanjutan.

The post Sutha Corner, Budaya Makan Mahasiswa dan Bisnis Kampus yang Berkelanjutan appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/sutha-corner-budaya-makan-mahasiswa-dan-bisnis-kampus-yang-berkelanjutan/feed/ 0
Mengapa Budaya Koperasi Melemah? (Analisis AntropologiEkonomi dan Modal Sosial) https://uinjambi.ac.id/mengapa-budaya-koperasi-melemah-analisis-antropologiekonomi-dan-modal-sosial/ https://uinjambi.ac.id/mengapa-budaya-koperasi-melemah-analisis-antropologiekonomi-dan-modal-sosial/#respond Tue, 30 Jun 2026 00:39:16 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004056 Oleh: Dr. Pahmi. Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan) Seminar Internasional

The post Mengapa Budaya Koperasi Melemah? (Analisis AntropologiEkonomi dan Modal Sosial) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh: Dr. Pahmi. Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)

Seminar Internasional & Dikmen Kopma Sumatra BPW FKKMI SUMBANGTAMA yangdilaksanakan

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, tanggal 29 Juni 2026, seminar in
i mengambil tema ” Reaktualisasi Amanat pasal 33 UUD 1945 Dalam Penguatan KoperasiMahasiswa yang Inklusif dan Berkeadilan”.

Tajuk yang diusung sangat menarik sebab disatusisi semakin maraknya Pembentukan Koperasi Merah Putih oleh Pemerintah Probowo-Gibran, namun disisi yang lain melemahnya Koperasi Indonesia. Koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi Indonesia yang dibangun di atas nilai-nilaikekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Bahkan, Pasal 33 ayat (1) Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa perekonomian disusunsebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dalam semangat tersebut, koperasibukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan sosial-ekonomi yang mencerminkan jati diribangsa. Ironisnya, di tengah meningkatnya jumlah koperasi aktif di Indonesia, kualitas kelembagaan danbudaya berkoperasi belum menunjukkan penguatan yang sebanding.

Sebagian koperasi berkembang menjadi kekuatan ekonomi rakyat, tetapi tidak sedikit yang hanya aktif secaraadministratif, bahkan berhenti beroperasi karena lemahnya partisipasi anggota, rendahnyakepercayaan, dan buruknya tata kelola. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan koperasibukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan budaya. Melalui perspektif antropologi ekonomi, tulisan ini mencoba menjelaskan mengapa budayakoperasi di Indonesia semakin melemah dan bagaimana modal sosial dapat menjadi kunci kebangkitan koperasi di masa depan.

Dalam pandangan antropolog ekonomi Karl Polanyi, aktivitas ekonomi tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu melekat (embedded) dalam hubungan sosial dan budaya. Artinya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau keuntungan, tetapi juga oleh nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat.

Demikian pula Clifford Geertz melalui penelitiannya tentang kehidupan ekonomi di Indonesia menunjukkan bahwa perilaku ekonomi dipengaruhi oleh makna budaya, tradisi, dan jaringansosial masyarakat. Koperasi akan berkembang apabila tumbuh di lingkungan yang menjunjungtinggi kepercayaan, musyawarah, dan gotong royong. Dengan demikian, koperasi sesungguhnya adalah institusi budaya sebelum menjadi institusi ekonomi.Mengapa Budaya Koperasi Melemah?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan budaya koperasisemakin melemah. antara lain;Pertama, bergesernya nilai gotong royong menuju individualisme. Globalisasi dan ekonomi digital mendorong masyarakat untuk lebih berorientasi pada kepentingan pribadi. Keberhasilan diukur dari pencapaian individu, bukan lagi dari kemajuan bersama. Padahal koperasi hanyadapat tumbuh apabila setiap anggota memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif. Kedua, menurunnya modal sosial. Menurut Robert D. Putnam, modal sosial terdiri atas kepercayaan (trust), norma, dan jaringan kerja sama. Ketika masyarakat tidak lagi saling percaya, organisasi berbasis anggota seperti koperasi akan kehilangan fondasi utamanya. Ketiga, lemahnya pendidikan perkoperasian. Banyak anggota memandang koperasi hanyasebagai tempat meminjam uang. Padahal koperasi merupakan wadah pembelajaran demokrasiekonomi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Keempat, tata kelola yang belum profesional. Sebagian koperasi masih menghadapi persoalan transparansi keuangan, minim inovasi, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Akibatnya, kepercayaan anggota menurun dan partisipasi semakin rendah. Kelima, persaingan dengan ekonomi digital. Kehadiran bank digital, fintech, dan platformperdagangan elektronik menawarkan layanan yang cepat, mudah, dan efisien. Banyak koperasibelum mampu melakukan transformasi digital sehingga kehilangan daya saing.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, terdapat koperasi yang mampu berkembang menjadicontoh keberhasilan, seperti Koperasi SAE Pujon di Jawa Timur, Koperasi Kredit Obor Mas diNusa Tenggara Timur, dan Koperasi Produsen Kopi Gayo di Aceh. Keberhasilan merekamenunjukkan bahwa koperasi tetap relevan apabila memiliki beberapa prasyarat:kepemimpinan yang amanah dan visioner; tata kelola yang transparan; pendidikan anggota yangberkelanjutan; partisipasi aktif anggota; inovasi usaha dan pemanfaatan teknologi digital;budaya saling percaya dan gotong royong yang kuat.

Artinya, keberhasilan koperasi tidak ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kualitas budaya organisasi yang dibangun. Antropologi memandang koperasi sebagai bentuk ekonomi moral (moral economy). James C. Scott menjelaskan bahwa masyarakat pedesaan bertahan bukan hanya karena mekanismepasar, tetapi juga karena solidaritas sosial dan kewajiban moral untuk saling membantu. Indonesia sebenarnya memiliki modal budaya yang sangat kaya, seperti gotong royong, musyawarah, tolong-menolong, dan nilai kekeluargaan. Di Jambi, misalnya, tradisi salingmembantu dalam berbagai kegiatan adat mencerminkan kuatnya modal sosial masyarakat. Nilai-nilai seperti inilah yang semestinya menjadi roh koperasi. Dengan kata lain, membangun koperasi berarti membangun kembali budaya saling percaya, bukan sekadar mendirikan badan usaha.

Kebangkitan koperasi memerlukan perubahan paradigma. Koperasi harus dipandang sebagaigerakan sosial-ekonomi, bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Beberapa langkah strategisyang perlu dilakukan adalah: memperkuat pendidikan perkoperasian sejak sekolah dan perguruan tinggi; meningkatkan profesionalisme pengurus; mempercepat digitalisasi layanan koperasi;memperkuat pengawasan dan akuntabilitas; melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama inovasi koperasi; menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai identitas bangsa. Melemahnya budaya koperasi di Indonesia pada dasarnya mencerminkan melemahnya modal sosial masyarakat. Ketika kepercayaan, solidaritas, dan semangat gotong royong memudar, koperasi kehilangan fondasi yang selama ini menjadi kekuatannya. Sebaliknya, pengalaman koperasi-koperasi yang berhasil menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi lahir dari perpaduanantara tata kelola yang profesional dan budaya kerja sama yang kuat.

Koperasi Mahasiswa dan Kepegawaian UIN Sulthan Thaha Saifuddin pernah berjaya dan menjadi kekuatan ekonom kampus di era tahun 1990 an, namun ejak era reformasi ia menjadi terpuruk, karena kehilangan budaya koperasi yang sesungguhnya yaitu; trust, gotong royong, rasa memiliki bersama, sehingga tata kelola koperasi menjadi tidak sehat. Untuk merevitalisasi lembaga koperasi tersebut diperlukan kesadaran bersama bagi anggotanya. Karena itu, revitalisasi koperasi tidak cukup dilakukan melalui penambahan modal atau perubahan regulasi. Yang lebih penting adalah menghidupkan kembali budaya berkoperasi sebagai bagian dari jati diri bangsa. Sebab koperasi bukan hanya cara berusaha, melainkan juga cara membangun peradaban ekonomi yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban. “Koperasi akan hidup apabila masyarakat masih percaya bahwa kesejahteraan bersama lebih bernilai daripada keuntungan pribadi semata. Di situlah gotong royong berubah menjadi kekuatan

The post Mengapa Budaya Koperasi Melemah? (Analisis AntropologiEkonomi dan Modal Sosial) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/mengapa-budaya-koperasi-melemah-analisis-antropologiekonomi-dan-modal-sosial/feed/ 0
ARSITEKTUR & PERADABAN (Makna Kehadiran Prodi Arsitektur UIN STS Jambi) https://uinjambi.ac.id/arsitektur-peradaban-makna-kehadiran-prodi-arsitektur-uin-sts-jambi/ https://uinjambi.ac.id/arsitektur-peradaban-makna-kehadiran-prodi-arsitektur-uin-sts-jambi/#respond Fri, 26 Jun 2026 07:32:37 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1004023 Oleh; Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan) Peradaban

The post ARSITEKTUR & PERADABAN (Makna Kehadiran Prodi Arsitektur UIN STS Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh; Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan
Keuangan)

Peradaban besar dunia dicirikan hadirnya kota-kota besar sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan. Mampu menghasilkan karya arsitektur monumental seperti
piramida, candi, kuil, istana, masjid, benteng, menara dan karya arsitektur lainnya.

Disamping itu peradaban besar memiliki sistem pemerintahan dan hukum yang teratur. Mengembangkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan pendidikan. Memiliki sistem tulisan dan tradisi literasi. Maju dalam
bidang ekonomi dan perdagangan. Memiliki identitas budaya yang kuat. Menghasilkan karya
seni dan sastra yang bernilai tinggi. Memiliki kemampuan mengelola lingkungan dan sumber
daya alam. Memberikan pengaruh terhadap peradaban lain. Hal ini membuktikan bahwa sebuah peradaban akan terwujud apabila hasil karya para ilmuan dan arsitekturnya hadir di negeri tersebut.

Sebuah Karya Arsitektur yang baik ia akan mampu melintasi zaman meskipun pernah
memasuki zaman kegelapan. Kehadiran Prodi Arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
yang baru berusia 3 tahun memiliki makna penting bagi civitas akademika dan masyarakat
Jambi, sebab kebutuhan para arsitek yang berwasaan keagamaan, khususnya Islam dan
lokalitas khas Jambi serta kebutuhan pembangunan memiliki peluang yang besar. Peluang yang demikian harus disambut dan dikerjakan dengan baik, yang akhirnya dapat menghadirkan prodidan lulusan/alumni yang berkelas dan menjadi rujukan masyrakat Jambi, nasional dan bukan tidak mungkin berkelas internasional. Untuk itu Asesmen Lapangan Prodi Arsitektur untuk menilai dan memperkokoh kehadiran prodi dilakukan pada jum”at 26 Juni 2026 uamh dihadiri langsung oleh para asesor dari BAN PT, 1) Dr. Rahadhian Prajudi Herwindo, S.T., M.T. dari Universitas Parahyangan atau UNPAR 2). Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M. Eng. Dari UGM 3). Supratmi BAN PT, Kehiadiran para asesor menjadi penting untuk dimanfaatkan keilmuan, pengalam mereka, sehingga masukan
yang diberikan menjadi bekal untuk membangun pengembangan prodi arsitektur di masa yang
akan datang. Kehadiran Program Studi Arsitektur di UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi bukan sekadar menambah pilihan program studi, tetapi menjadi simbol lahirnya paradigma baru pendidikan tinggi Islam yang mengintegrasikan sains, teknologi, seni, dan nilai-nilai keislaman.

Prodi ini hadir untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus melahirkan arsitek yang memiliki kompetensi profesional, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Arsitektur UIN STS Jambi hadir di tengah pesatnya pembangunan di Provinsi Jambi, kebutuhan
akan tenaga arsitek yang memahami karakter lokal semakin besar. Jambi memiliki kekayaan
budaya, rumah adat, masjid bersejarah, hingga bentang alam yang memerlukan pendekatanperancangan yang menghargai identitas daerah.

Karena itu, Prodi Arsitektur UIN STS Jambi
memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan-gagasan desain yang modern, tetapi tetap
berakar pada kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan. Adalah Y.B. Mangunwijaya seorang budayawan, novelis, aktivis dan juga arsitek Indoensia yang akrab dipanggil Romo Mangun menekankan bahwa: “Arsitektur adalah ruang kehidupan manusia. “Pemikirannya menempatkan arsitektur sebagai sarana memuliakan manusia, budaya, dan lingkungan, bukan sekadar membangun gedung. Begitu juga dengan para arsitek muslim dunia seperti Hassan Fathy yang berasal dari Mesir lahir 1900 adalah salah satu arsitek Muslim paling berpengaruh di dunia. Gagasannya: “Bangunlah untuk manusia, bukan untuk kemegahan.” Ia menekankan penggunaan material lokal, teknologi tradisional, dan desain yang sesuai dengan iklim serta budaya masyarakat. Ilmuan Islam lainnya dari Iran Nader Ardalan (1939) Penulis buku The Sense of Unity. Gagasannya: Arsitektur Islam adalah ekspresi kesatuan antara dimensi spiritual, budaya, dan
lingkungan. Keindahan bangunan lahir dari keseimbangan antara fungsi, simbol, dan nilai
ketuhanan.

Lebih dari itu pandangan para ahli diatas, memberikan wawasan sebagai bagian dari universitas Islam, pendidikan arsitektur di UIN STS Jambi mengandung dimensi etik dan spiritual. Mahasiswa tidak hanya dididik untuk menghasilkan bangunan yang indah dan kokoh, tetapi juga merancang ruang yang memberi manfaat, menjaga kelestarian alam, serta mencerminkan nilai- nilai kemanusiaan dan keadilan. Dalam perspektif Islam, membangun merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi yang bertugas memakmurkan kehidupan tanpa merusak lingkungan. Komitmen tersebut tampak dari berbagai kegiatan akademik yang menghubungkan mahasiswa
dengan dunia profesi, seperti kerja sama dengan organisasi profesi arsitek, kuliah lapangan, eksplorasi arsitektur lokal, serta pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Prodi Arsitektur UIN STS Jambi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penguatan kompetensi praktis dan pengabdian kepada masyarakat. Pada akhirnya, makna kehadiran Prodi Arsitektur di UIN STS Jambi adalah menghadirkan harapan baru bagi pembangunan Jambi dan Indonesia. Prodi ini diharapkan menjadi pusatlahirnya arsitek-arsitek muda yang kreatif, berintegritas, berwawasan lingkungan, serta mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan nilai-nilai Islam dalam setiap karya yang dihasilkan. Dengan demikian, setiap bangunan yang dirancang bukan hanya memenuhi fungsi fisik, tetapi juga menjadi warisan peradaban yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Kehadiran Prodi Arsitektur di UIN STS Jambi memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Jambi masa depan.

Arsitektur bukan sekadar merancang bangunan, tetapi juga menjaga identitas budaya, melestarikan warisan sejarah seperti Kompleks Percandian Muaro Jambi, menghadirkan ruang yang ramah lingkungan, serta menciptakan karya yang
mencerminkan nilai-nilai Islam, kemelayuan, dan kemajuan teknologi. Dengan demikian,arsitektur menjadi salah satu pilar penting dalam membangun peradaban yang maju tanpa

The post ARSITEKTUR & PERADABAN (Makna Kehadiran Prodi Arsitektur UIN STS Jambi) appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/arsitektur-peradaban-makna-kehadiran-prodi-arsitektur-uin-sts-jambi/feed/ 0
Urgensi Budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi https://uinjambi.ac.id/urgensi-budaya-k3l-di-kampus-biru-uin-sts-jambi/ https://uinjambi.ac.id/urgensi-budaya-k3l-di-kampus-biru-uin-sts-jambi/#respond Thu, 25 Jun 2026 01:38:41 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1003986 Oleh: Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si. * Sedia Payung sebelum hujan, itulah aktivitas Tata Kelola

The post Urgensi Budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh: Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si.
*

Sedia Payung sebelum hujan, itulah aktivitas Tata Kelola resiko dan antisipasi akankeselamatan, kesehatan Kerja kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muaro Jambi, di hari selasa tanggal 23 juni 2026,

Kegiatan yang diinisiasi Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs Kampus Biru ini terlaksana melalui kegiatan simulasi di Pelataran Gedung GCR tempat perkuliahan, yang dikuti oleh beberapa pimpinan, pejabat, dosen dan ratusan mahasiswa.

Hal ini sangat urgen mengingat di tahun 2026 tepatnya 26 januari 2026 Hutan produksi dikampus II UIN STS Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi mengalami kebakaran, dengan sesigapan Damkar Muaro Jambi, Satpam, Pramuka, dan Pusat Lingkungan, bagianumum serta civitas akademika lainnya kebakaran dapat diatasi.

Namun UIN STS mengalami kerugian dengan banyaknya tanaman berharga yang terbakar dan mati. Begitu juga dipertengahan tahun 2025 kampus I UIN STS Telanaipura dilalap sijago mereh sehingga ditaksirmengalami kerugian 6 milyar. dengan kesigapan Damkar Kota Jambi, Satpam. bagian Umum dan civitas akademika api berhasil dipadamkan.

Musibah ini menjadi pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi Perguruan Tinggidan institusi lainnya, khususnya UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, sehingga dipandang perludan sangat penting mengantisipasi kejadian yang serupa dimasa depan.

Sebanyak 17 Gedung lama ditambah dengan beberapa perumahan, serta sejak 2023 UIN memiliki 6 Gedung Baruyang megah semuanya mengemban resiko bagi pemakainya, baik Mahasiswa, Dosen, Tendikdan masyarakat umum, baik itu resiko kebakaran, banjir maupun resiko Gempa Bumi. Universitas dan Perguruan Tinggi lainnya tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya prosespendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang sosial yang harusmenjamin keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam konteks ini, penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)menjadi kebutuhan mendesak bagi Kampus Biru UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sebagai perguruan tinggi Islam yang terus berkembang, UIN STS Jambi memiliki berbagai aktivitas akademik dan non-akademik yang melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, tenagakependidikan, serta masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan kampus. Aktivitastersebut tentu mengandung berbagai potensi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kebakaran, bencana alam, hingga permasalahan lingkungan seperti sampah dan pencemaran. Oleh karenaitu, budaya K3L harus menjadi bagian integral dari kehidupan kampus.

Banyak institusi dan individu masih memandang K3L sebatas pemenuhan regulasi administratif. Padahal, hakikat K3L adalah membangun kesadaran kolektif agar setiap individu memilikiperilaku yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiapaktivitasnya, sehingga bila terjadi kondisi yang membahayakan insan civitas akdemika danpengguna lainnya, mereka sudah memiliki pengetahuan dan cara untuk mengatasi danmengatisipasinya.

Budaya K3L tercermin dalam kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan ruang belajar, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan fasilitas kampus secara aman, memahamiprosedur evakuasi darurat, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Ketika nilai-nilai tersebuttelah menjadi kebiasaan bersama, maka kampus akan menjadi ruang yang aman, nyaman, danproduktif. Urgensi K3L di UIN STS Jambi, Pertama, K3L berfungsi melindungi sumber daya manusiakampus. Keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan merupakan aset utamayang harus dijaga. Kecelakaan sekecil apa pun dapat mengganggu proses pembelajaran danproduktivitas akademik. Kedua, K3L mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat danberkelanjutan. Pengelolaan sampah, penghijauan, efisiensi energi, serta penguranganpenggunaan plastik menjadi bagian penting dalam mewujudkan kampus hijau yang ramahlingkungan. Ketiga, budaya K3L memperkuat citra dan reputasi institusi. Kampus yang aman, sehat, danbersih akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menjadi contoh bagi lembagapendidikan lainnya. Keempat, K3L sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi UIN STSJambi. Islam mengajarkan pentingnya menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifzal-bi’ah). Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah(Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56) Ayat ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan dan Membangun Kampus Biru yang Aman dan BerkelanjutanKampus yang berpenghuni lebih kurang 20.000 orang didalamnnya membutuhkan perlindungan, keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,

Untuk itu, sebagai Kampus Biru yang mengusungnilai keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan, UIN STS Jambi perlu menjadikan K3L sebagaigerakan bersama. Sosialisasi berkelanjutan, pelatihan keselamatan, penyediaan saranapendukung, pembentukan satuan tugas K3L, serta integrasi nilai-nilai K3L dalam kegiatanakademik dan kemahasiswaan menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat. Budaya K3Ltidak akan tumbuh hanya melalui slogan atau spanduk, tetapi melalui keteladanan danpartisipasi aktif seluruh sivitas akademika. Setiap individu memiliki peran sebagai agenperubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, sehat, dan lestari. Akhirnya urgensi budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi yang seluas 10 lebih dikampus ITelanaipuira dan seluas 63 ha di kampus II Simpang Sungai Duren, tidak hanya berkaitandengan upaya mencegah kecelakaan dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi jugamerupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban akademik yang unggul. Kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan akan melahirkan generasi intelektual yang tidakhanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan ekologis yang tinggi. Dengan demikian, K3L harus menjadi budaya bersama yang mengakar dalam setiap aktivitaskehidupan kampus demi mewujudkan UIN STS Jambi yang unggul, hijau, dan berdaya saingglobal. “Kerusakan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi”

Penulis adalah Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.

The post Urgensi Budaya K3L di Kampus Biru UIN STS Jambi appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/urgensi-budaya-k3l-di-kampus-biru-uin-sts-jambi/feed/ 0
IKAN DALAMKOLAM:Perspektif Antropologis https://uinjambi.ac.id/ikan-dalamkolamperspektif-antropologis/ https://uinjambi.ac.id/ikan-dalamkolamperspektif-antropologis/#respond Mon, 22 Jun 2026 11:24:00 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1003887 Oleh; Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si Sore yang penuh sejuk dibawah pohon-pohon kayu yang rindang di

The post IKAN DALAMKOLAM:Perspektif Antropologis appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh; Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si

Sore yang penuh sejuk dibawah pohon-pohon kayu yang rindang di Kampus II bagian belakang, Civitas Akademika, mahasiswa, Pusat Lingkungan dan Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 22 Juni 2026 menaburkan benih ikan Gurami di dalam kolamberukuran lebih kurang 30 x 300 meter. Aktivitas ini sebagai penanda bahwa UIN STS memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan. “Ikan dalam kolam” bukan sekadar gambaran tentang makhluk hidup yang berada di suatu habitat perairan.

Dalam perspektif antropologis, ikan dalam kolam dapat dimaknai sebagai simbol hubungan timbal balik antara manusia, budaya, dan lingkungan. Kolam merupakan ruang hidup yang diciptakan atau dikelola manusia, sedangkan ikan menjadi bagian dari sistem sosialekologis yang mencerminkan nilai, pengetahuan, dan praktik budaya masyarakat. Antropologi memandang lingkungan bukan hanya sebagai ruang fisik, tetapi juga ruang budaya yang sarat makna. Bagi masyarakat pedesaan, kolam sering kali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sumber pangan, sarana ekonomi, bahkan simbol kesejahteraan keluarga.

Kehadiran ikan dalam kolam menunjukkan kemampuan manusia beradaptasi dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam banyak komunitas agraris di Indonesia, kolam ikan dibangun melalui pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi. Cara memilih lokasi, mengatur aliran air, hingga menentukan jenis ikan yang dipelihara merupakan bentuk kearifan ekologis yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat berinteraksi dengan alam. Dalam berbagai kebudayaan, ikan sering dimaknai sebagai simbol kehidupan, keberuntungan, kesuburan, dan rezeki. Masyarakat tidak hanya melihat ikan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari tatanan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pengelolaan kolam sering disertai norma dan etika tertentu yang mengatur hubungan manusia dengan alam.

Dari sudut pandang antropologi simbolik, ikan dalam kolam dapat dipahami sebagai metafora kehidupan manusia. Sebagaimana ikan bergantung pada kualitas air dan ekosistem kolam, manusia juga bergantung pada kualitas lingkungan sosial dan alam tempat ia hidup. Ketika kolam terpelihara dengan baik, ikan tumbuh sehat; demikian pula ketika lingkungan sosial dijaga dengan nilai-nilai kebersamaan, manusia dapat berkembang secara optimal. Secara filosofis, ikan dalam kolam dapat dimaknai sebagai manusia dalam lingkungan sosialnya. Sebagaimana ikan tidak dapat hidup tanpa air, manusia juga tidak dapat hidup tanpa dukungan lingkungan alam dan sosial. Kesehatan lingkungan menentukan kualitas kehidupan masyarakat.

Banyak persoalan lingkungan saat ini, seperti pencemaran sungai, penumpukan sampah, deforestasi, dan perubahan iklim, menunjukkan bahwa manusia sering kali lupabahwa dirinya adalah bagian dari ekosistem. Manusia bertindak seolah-olah berada di luar “kolam”, padahal sesungguhnya ia hidup di dalamnya. Kesadaran ekologis inilah yang menjadi pesan penting antropologi lingkungan: menjaga alam berarti menjaga diri sendiri. Dalam perspektif Islam, manusia diposisikan sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41). Ayat ini menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukanlah fenomena alam semata, melainkan akibat perilaku manusia yang tidak bijaksana dalam mengelola sumber daya. Ikan yang mati karena kolam tercemar menjadi simbol nyata dari konsekuensi tindakan manusia terhadap lingkungan.

Sebaliknya, kolam yang terawat dengan baik menunjukkan adanya harmoni antara manusia dan alam. Antropologi lingkungan menekankan bahwa manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi. Kolam yang tercemar akan mengancam kehidupan ikan, sementara praktik pengelolaan yang bijaksana akan menjaga keberlanjutan ekosistem. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan manusia bukan ditentukan oleh kemampuannya menaklukkan alam, melainkan oleh kemampuannya hidup harmonis bersama alam.

Julian Steward Antropolog ternama berpendapat bahwa kehidupan manusia dan makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka berada. Dalam konteks ikan dalam kolam, perilaku dan kehidupan ikan ditentukan oleh kondisi kolamnya. Analogi ini menunjukkan bahwa budaya manusia juga terbentuk melalui proses adaptasi terhadap lingkungan. “Ikan dalam kolam” mengajarkan bahwa keberlanjutan hidup memerlukan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Ketika keseimbangan itu terganggu, baik manusia maupun ekosistem akan mengalami kerugian.

Dalam perspektif antropologis, “ikan dalam kolam” merupakan cerminan hubungan erat antara manusia, budaya, dan lingkungan. Kolam bukan sekadar wadah air, melainkan ruang budaya yang menyimpan pengetahuan, nilai, dan praktik hidup masyarakat. Melalui pemaknaan ini, kita diingatkan bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga keberlangsungan kehidupan itu sendiri. Sebagaimana ikan membutuhkan kolam yang sehat, manusia pun membutuhkan lingkungan yang lestari untuk mewariskan masa depan yang lebih baik kepada generasi berikutnya. “Lingkungan bukan warisan nenek moyang semata, melainkan titipan bagi generasi yang akan datang.”

The post IKAN DALAMKOLAM:Perspektif Antropologis appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/ikan-dalamkolamperspektif-antropologis/feed/ 0
Guru Leman; Tauladan Umat, Ulama, Akademisi dan Politisi https://uinjambi.ac.id/guru-leman-tauladan-umat-ulama-akademisi-dan-politisi/ https://uinjambi.ac.id/guru-leman-tauladan-umat-ulama-akademisi-dan-politisi/#respond Wed, 17 Jun 2026 12:22:31 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1003839 Oleh; Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor II UIN STS Jambi) Catatan; sidang disertasi promosi

The post Guru Leman; Tauladan Umat, Ulama, Akademisi dan Politisi appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Oleh; Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor II UIN STS Jambi)

Catatan; sidang disertasi promosi doktor H. Hayatul Islami)

Peran Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah dalam Tranformasi Sosial Keagamaan di Jambi masa Orde Baru” itulah judul disertasi yang ditulis oleh H. Hayatul Islami dosen FUSA UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang sidang promosi dilaksanakan pasa hari rabu, 17 Juni 2026 di Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang. Sosok Prof. KH. Sulaiman Abdullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Provinsi Jambi. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang berilmu luas, ahli fiqih dan ushul fiqih, akademisi yang visioner, sekaligus pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan umat dan dunia pendidikan.

Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah lahir di desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari pada 30 september tahun 1936, wafat 25 januari 2016, sekolah di Madrasah dan Pesantren Nurul Imam Jambi Kota Seberang melanjutkan S1 di STAIN STS Jambi dan di LAN (Lembaga Administrasi Negara) Jakarta dan melajutkan S3nya di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau adalah aktivis mantan ketua HMI Cabang Jambi, ketua KNPI Kota Jambi, ketua AMPI, ketua DPRD Kota Jambi, aktivis Partai Golkar,

Dalam perjalanan kariernya Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah pegawai pemda, kemudian dosen Fak. Syari;ah yang juga Direktur Pondek Pesantren PKP Al-Hidayah. menjabat sebagai Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (1994-1998). Di bawah kepemimpinannya, kampus mengalami berbagai kemajuan yang menjadi fondasi bagi perkembangan institusi hingga bertransformasi menjadi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beliau juga memiliki peran besar dalam pengembangan program pascasarjana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi Islam, termasuk pertama kali membangun kerjasama dan jejaring pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia dan negara sekitarnya

Kepribadian beliau yang sederhana, bijaksana, dan penuh keteladanan menjadikan Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah sosok yang dicintai oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Warisan pemikiran dan pengabdiannya terus hidup dalam berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan yang pernah beliau bina. Generasi penerus diharapkan dapat meneladani semangat keilmuan, integritas, dan dedikasi beliau dalam membangunmasyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Tercatat karya-karya intelektual dengan diterbitkannya buku-buku fiqih, usuhul fiqih yang menjadi bahan ajar yang terbit menjadi buku dan jurnal namun masih banyak juga yang belum diterbitkan seperti makalah tentang hukum, kepemimpinan dan lainnya. Beliau mengajar di berbagai fakultas di UIN STS Jambi di pascasarjana, tercatat beliau juga pernah menjadi dosentamu, di UNJA, UNBARI, APDN dan bahkan di Negara Malaysia. Beliau pecinta ilmu, bahkan waktu sakitpun beliau tetap mengajar dengan kehadiran mahasiswa kerumah beliau. Pada suatu waktu penulis mahasiswa menjadi wartawan kampus, salah menulis tentang beliau, waktu itu beliau baru menjadi raktor, beliau menasehati” baik-baik menulis, dan jangan menghilangkan jejak orang-orang yang berjasa terdahulu”.

Selain berkiprah di dunia akademik, Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah dikenal sebagai ulama yang membimbing masyarakat. Melalui berbagai forum keagamaan, ceramah, dan kegiatan sosial, beliau senantiasa menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Kiprahnya sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi, selama 20 tahun semakin mempertegas perannya sebagai tokoh yang dihormati dan menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan sejalan dengan itu belaiau juga terlibat dalam LAM (Lembaga Adat Melayu Jambi) sehingga ia mempertegas konsep “Adat bersendikan Syara’ dan Syara’ bersendikan kitabullah”, sehingga fatwa, keputusan politik, kebijakan yang dilakukannya dan bahkan yang direkemomendasikannya ke para pembuat kebijakan berbasis kepada nilai-nilai agama dan adat, ketika H. Abdurrahman Sayuti (mantan Gubernur Jambi) dipercaya oleh pak Suharto (Presiden RI) menjadi Penceramah Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, maka pak Sulaiman Abdullah yang menjadi konseptor isi cerama tersebut.

Dalam menyampaikan dakwahnya Prof. KH. Dr. Sulaiman Abdullah memilikike khasannya tersendiri yaitu dengan menggunakan Bahasa Asli Jambi (orang menyebutnya bahasa Melayu dusun), menurutnya dakwah harus disampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh audien (masyarakat setempat), sehingga apa yang disampaikan dapat dipahami dengan cepat dan rasa memiliki, selain itu dakwah dengan bahasa asli Jambi adalah bagian dari mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal serta bagian dari mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Tercatat sepanjang tahun akhir era 80 an dan sepenjang tahun 1990 an beliau secara aktif menjawab persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakat melaui RRI (Radio Republik Indonesia) yang mengudara setiap hari jum’at pagi. Setiap satu minggu sekali beliau bersama pak KH. Lohot Hasibuan, menjadi Penceramah di Pemda Propinsi Jambi.

Guru Leman, Kyai Leman, Pak Leman, Ndek Leman bigitulah panggilannnya, hidup sederhana, jauh dari kemewahan, meskipun banyak kesempatan untuk memperkaya diri, mantan Gubernur Jambi H. Abdurrahman Sayuti menjulukinya dengan “Orang Sepuluh Lurus”, ketika ia mengembalikan uang pemda sisa Pembangunan Ponpes PKP Al Hidayah saat ia menjadi direktur/ mudirnya, artinya beliau sangat berintegritas. Kalau kita kerumah pak leman, kita akan melihatnya memakai kain sarung, baju kaos dan buku ditangannya, ia membaca kitab, buku, atau koran, membaca tanpa henti, saat yang lain ia menonton berita-berita nasional di TV, saat yang lainnya kita temukan ia sedang mengajar kitab kuning, hukum-hukum agama bersama santri-santri tua, saat yang lain ia bermenung sepertinya ia berkontemplasi memikirkan satu kajian ilmu atau hukum agama

Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah seorang aktivis organisasi, mulai ketika menjadi mahasiswa,pemuda, legislatif dan eksekutif serta ulama, secara langsung dan tidak langsung beliau berpolitik, ketika penulis menjadi mahasiswa tahun 1994, dalam suatu forum Pengkaderan Kepemimpinan Mahasiswa Dasar di Fakultas Ushuluddin, beliau menyampaikan bahwa “berpolitik haruslah tahu dimana letak kekuatannya”, Pernyataan ini terlihat dengan jelas dalam perjalanan politik Kyai Sulaiman Abdullah, dimana beliau memanfaatkan kekuatan politik Orde Baru melalu kekuatan Golongan Karya, ia masuk kekuasaan dengan mempengaruinya, sehingga hampir tidak pernah beliau konfrontatif dengan kekuasaan, namun beliau juga tidak larut dengan kekuasaan. kekuasaan dimanfaatkan untuk memperjuankan dan mengembangkan nilainilai agama, kemashlahatan, kebaikan, kerakyatan dan pembenahan umat.

Adalah H. Hayatul Islami menulis Disertasi tentang Guru Leman, banyak yang menjadi temuannya, seperti kekhasan dakwanya dengan bahasa lokal Melayu Jambi, temuan alainnya bahwa Guru leman tergabung dalam dirinya, intelektual, ulama, dan politisi, temuan lainnya bahwa sosok guru leman memanfaatkan politik sebagai alat dakwah, memperjuangkan kepentingan umat , meskipun beliau sangat loyalis pada Golkar, temuan lainnya beliau intelektual, ulama tetapi juga terlibat dalam struktur sosial dan banyak lagi kekhasan dari Guru Leman. Namun masih banyak yang belum dikaji dari sosok guru leman, seperti fatwa-fatwa hukumnya, pemikirannya, pandangan politiknya, pandangan adat, dan lainnya.

Akhirnya Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah pendidikan dan perkembangan Islam di Jambi. Namanya akan selalu dikenang sebagai ulama dan akademisi yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, agama, dan pembangunan bangsa. Selamat Dr. H. Hayatul Islami, sekses selalu, Selamat beristirahat Guru Leman, kebaikanmu akan menjadi Tauladan sepanjang masa.

The post Guru Leman; Tauladan Umat, Ulama, Akademisi dan Politisi appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/guru-leman-tauladan-umat-ulama-akademisi-dan-politisi/feed/ 0